Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar saat menerima audiensi dari Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat. (Foto: Kemenag)
Hal ini disampaikan saat menerima audiensi dari Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat.
"InsyaAllah saya akan hadir. Nanti biar diatur waktunya oleh Pak Dirjen Bimas Hindu. Ini kita prioritaskan," ungkap MenagNasaruddin Umar di Jakarta, Jumat (14/3/2025).
Sebagai informasi, Tawur Agung Kesanga adalah rangkaian upacara suci menjelang Hari Raya Nyepi, yang bertujuan untuk menyucikan alam semesta dan menciptakan keseimbangan antara manusia dan lingkungan.
Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan Hari Raya Nyepi 2025 jatuh pada tanggal 29 Maret. Sehubungan dengan hal tersebut, Bimas Hindu Kemenag juga telah mengumumkan tema Nyepi 2025 dan rangkaian upacara peringatannya.
Dalam audiensi tersebut, Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija menyampaikan bahwa Nyepi 2025 mengusung tema 'Manasewa, Madawasewa Mewujudkan Indonesia Emas 2045'.
"Tema ini mengandung makna melayani sesama/manusia merupakan salah satu wujud pelayanan kepada Hyang Widhi Wasa mewujudkan Indonesia Emas 2045," kata I Nengah Duija.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PHDI Wisnu Bawa Tenaya mengungkapkan bahwa terdapat serangkaian kegiatan yang telah dilakukan dalam rangka menyemarakkan Nyepi.
"Kami mengadakan sejumlah agenda kegiatan, seperti donor darah, kunjungan ke panti jompo, juga bagi-bagi rejeki kepada masyarakat," ungkap Wisnu.
Selain itu, lanjut Wisnu, akan dilakukan juga aksi lingkungan seperti penanaman pohon serta bersih-bersih pantai. "Kami berharap ini menjadi bagian kontribusi umat bagi lingkungan," kataya.
Menanggapi hal itu, Menag Nasaruddin turut mengapresiasi langkah terasebut. Menurut Menag, hal ini menjadi salah satu wujud nyata Ekoteologi yang saat ini menjadi salah satu program prioritas Kemenag.
"Saya senang sekali mendengar ini. Menjaga lingkungan itu memang perintah agama, ada di agama mana pun. Ini mengapa kita mengembangkan Ekoteologi. Karena kita ingin, menghijaukan Indonesia. Alam ini harus dibersihkan disucikan dan disakralkan," kata Menag Nasaruddin.