Wajah-wajah lama dari kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin, masih akan mendominasi Kabinet Prabowo-Gibran periode 2024-2029. Foto: Ilustrasi/Kominfo/Dok
JAKARTA, (ERAKINI) - Presiden Terpilih Prabowo Subianto sudah mulai memanggil sejumah calon menteri untuk membantunya di pemerintahan periode 2024-2029. Wajah-wajah lama bakal mendominasi .
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengungkapkan, beberapa menteri dari kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin, ada yang kembali dipilih untuk mengisi posisi di Kabinet Prabowo-Gibran. Bahkan, tidak menutup kemungkinan adanya kader PDI Perjuangan yang akan bergabung dalam cabinet, jika partai besutan Megawati Soekarnoputri tersebut menjadi bagian dari koalisi pemerintahan.
Komposisi kabinet Prabowo-Gibran akan diumumkan menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20 Oktober 2024. Namun, Prabowo sebelumnya juga sudah memberi sinyal jika sosok menteri yang akan dilantik didominasi oleh orang-orang yang saat ini menjabat di pemerintahan Jokowi.
"Dalam menyusun kabinet, saya melihat banyak menteri yang akan datang berasal dari kabinet yang sekarang," kata Prabowo di JCC Senayan.
Menurut Prabowo, bila orang-orang tersebut masih dianggap kompoten maka ia tidak ragu untuk kembali memilihnya menjadi Menteri. Bicara kompetensi, tentu banyak menteri di era Jokowi yang layak dipilih.
Dari dari puluhan menteri yang ada, terdapat sejumlah nama yang tidak tergantikan dalam dua periode kepemimpinan Jokowi. Siapa saja mereka? Berikut daftarnya:
1. Sri Mulyani Indrawati
Sri Mulyani Indrawati lahir di Bandar Lampung, 26 Agustus 1962. Ia merupakan wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia pada 2010.
Sebelum era Jokowi, Sri Mulyani sudah menjabat Menteri Keuangan di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pada 5 Desember 2005, ketika Presiden SBY mengumumkan perombakan kabinet, Sri Mulyani diangkat menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar.
Pada tahun 2008, ia menjabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian setelah Menko Perekonomian Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Kemudian pada 1 Juni 2010 Sri Mulyani terpilih menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia. Pada 27 Juli 2016, ia kembali dilantik oleh Presiden Jokowi menjadi Menteri Keuangan dalam Kabinet Kerja. Memasuki periode kedua pemerintahan Jokowi, Sri Mulyani tetap dipertahankan menjadi Menteri Keuangan hingga sekarang.
2. Luhut Binsar Panjaitan
Jenderal TNI (Purn) kelahiran 28 September 1947 termasuk menteri kepercayaan Jokowi. Meski beberapa kali pindah posisi, Luhut tetap dipertahankana dalam dua periode pemerintahan Jokowi.
Pada Kabinet Kerja periode pertama Jokowi, Luhut dipercaya sebagai Kepala Staf Kepresidenan sejak 31 Desember 2014 hingga 2 September 2015. Pada 12 Agustus 2015, ia ditunjuk menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno.
Saat terjadi perombakan Kabinet Kerja Jilid II pada 27 Juli 2016, ia digeser menjadi Menteri Koordinator Kemaritiman menggantikan Rizal Ramli. Ia dipilih kembali pada masa Kabinet Indonesia Maju (periode kedua 2019-2024) sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi hingga sekarang.
Jauh sebelum masuk dalam Kabinet Kerja, Luhut juga pernah menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan tahun 2000-2001 pada era Abdurrahman Wahid menjabat sebagai Presiden 1999-2001.
3. Mochamad Basuki Hadimuljono
Basuki yang lahir di Surakarta pada 5 November 1954, merupakan kartu sakti Jokowi dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur selama dua periode pemerintahannya.
Basuki diangkat menjadi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada Kabinet Kerja periode 2014-2019. Pada Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024, Presiden Jokowi kembali mempercayakan Menteri PUPR kepada Basuki hingga sekarang.
4. Siti Nurbaya Bakar
Memulai karier sebagai pegawai negeri sipil (PNS), Siti Nurbaya mampu bertahan sebagai menteri dua periode kepemimpinan Jokowi. Kariernya menanjak ketika pada tahun 2006 Presiden SBY menunjuknya sebagai Sekjen DPD RI.
Memasuki pemerintahan Jokowi tahun 2014, Siti Nurbaya dipercaya menduduki posisi Menteri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Kabinet Kerja periode 2014-2019. Berlanjut ke tahun 2019, Siti Nurbaya kembali dipercaya menduduki posisi yang sama pada Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.
5. Airlangga Hartarto
Airlangga Hartarto yang lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 1 Oktober 1962 awalnya menjabat sebagai Menteri Perindustrian periode 2016-2019 dalam Kabinet Kerja setelah Jokowi melakukan reshuffle jilid ke-2.
Memasuki periode kedua, Jokowi kembali menunjuk Airlangga masuk Kabinet Indonesia Maju sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sejak 23 Oktober 2019 hingga sekarang.
6. Muhadjir Effendi
Muhadjir Effendy yang lahir 29 Juli 1956 masuk cabinet Jokowi pada 27 Juli 2016 menggantikan Anies Baswedan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Kabinet Kerja.
Pada Kebinet Indonesia Maju periode 2019-2024, ia dipercaya menjabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan hingga sekarang.
7. Budi Karya Sumadi
Budi Karya Sumadi yang lahir 18 Desember 1956, dilantik menjadi Menteri Perhubungan pada Kabinet Kerja sejak 27 Juli 2016 menggantikan Ignasius Jonan.
Ia dikenal sebagai salah satu menteri yang paling dekat dengan Presiden Jokowi. Pada Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024, Budi kembali dipercaya menjabat Menteri Perhubungan hingga sekarang.
8. Agus Gumiwang Kartasasmita
Agus Gumiwang yang lahir 3 Januari 1969 mengawali jabatan di kabinet Jokowi sebagai Menteri Sosial
menggantikan Idrus Marham yang terjerat kasus korupsi pada Agustus 2018.
Setelah periode kedua, Presiden Jokowi mempercayakan Agus Gumiwang sebagai Menteri Perindustrian dalam Kabinet Indonesia Maju hingga sekarang.
9. Retno Lestari Priansari Marsudi
Retno Marsudi yang lahir di Semarang, 27 November 1962 menjabat sebagai Menteri Luar Negeri perempuan pertama Indonesia. Hebatnya, PNS tulen di Kementerian Luar Negeri ini menduduki posisi itu dua periode, yakni sejak 27 Oktober 2014.
Setelah menjabat pada Kabinet Kerja, Retno yang dikenal sebagai diplomat hebat, kembali dipercaya sebagai Menteri Luar Negeri untuk Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 hingga sekarang.