Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah di Jalan Menteng Raya, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat. Foto: Muhammadiyah/Dok
JAKARTA, (ERAKINI) - Publik dikejutkan dengan keputusan PP Muhammadiyah yang pindahkan dana simpanan dari Bank Syariah Indonesia (BSI). Tak tanggung-tanggung, dana yang dipindahkan mencapai Rp13 triliun.
Publik banyak yang penasaran apa saja usaha PP Muhammadiyah hingga memiliki dana belasan triliun di BSI. Salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia ini memang diketahui memiliki usaha yang diberi nama Muhammadiyah (AUM).
Amal Usaha Muhammadiyah ini terwujud dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, dan dakwah kemasyarakatan. Mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah, perguruan tinggi, rumah sakit, balai-balai kesehatan ibu dan anak, panti asuhan, hingga lembaga pendidikan sosial. Amal Usaha Muhammadiyah sudah tersebar di seluruh provinsi wilayah Indonesia.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan bahwa pendidikan merupakan amal usaha pertama dan utama.
“Orang melihat Muhammadiyah dari sekolahnya, dari perguruan tingginya, dan dari lembaga pendidikan yang lainnya. Karena itu, wajah Muhammadiyah adalah wajah pendidikan,” ujar Mu’ti dalam Rapat Koordinasi Nasional Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal PP Muhammadiyah di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Semarang, Jawa Tengah, sebagaimana dikutip dari laman resmi PP Muhammadiyah, Kamis (6/6/2024)
Organisasi persyarikatan yang akan memasuki usia ke-112 ini tercatat memiliki Amal usaha antara lain 172 perguruan tinggi (83 universitas, 53 sekolah tinggi, 36 bentuk lainnya), 122 rumah sakit (20 RS dalam proses pembangunan), 231 klinik, 5.345 sekolah/madrasah, 440 pesantren, 1.012 Aumsos, 20.465 aset wakaf, dan lahan seluas 214.742.677 meter persegi.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam sebuh kesematan mengatakan, Muhammadiyah telah membangun berbagai Amal Usaha di berbagai bidang berbasis kemandirian.
Bahkan, kata Haedar, Muhammadiyah menjadi satu-satunya organisasi yang membangun Amal Usaha dengan kemandirian. Hal telah menjadi inspirasi banyak pihak.
Saat ini beberapa gerakan lain telah meramaikan pembangunan fasilitas sosial di berbagai ranah, termasuk pendidikan, sosial, ekonomi, dan keagamaan.
“Sekarang banyak pihak orang luar maupun dari sesama kita itu takjub dengan apa yang kita miliki. Para menteri, pejabat, orang luar kalau datang ke AUM termasuk PTMA, rumah sakit itu tidak membayangkan sebuah organisasi nirlaba,” katanya.
Dengan kebesaran yang dicapai sekarang, Haedar meminta warga Muhammadiyah tidak lengah. Haedar meminta penggerak Persyarikatan Muhammadiyahsenantiasa mengurus AUM dengan serius. Jangan sampai kekuatan yang sudah dibangun selama ini luruh karena tidak bisa menghadapi dinamika zaman.
“Ini kekuatan Muhammadiyah, tinggal kita mampu mengelola ini dan harus ada akselerasi, ada langkah-langkah yang progresif dan itu concern kami di PP Muhammadiyah,” tegasnya.