Profil Kombes Pol Ahrie Sonta Nasution, Ajudan Prabowo yang Atensi Penganiayaan Karyawati Toko Roti
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Sosok Kombes Pol Ahrie Sonta Nasution tengah menjadi sorotan setelah memberikan atensi pada kasus penganiayaaan yang dilakukan anak bos toko roti terhadap karyawati di Cakung, Jakarta Timur.
Kasus penganiayaan ini dilaporkan oleh korban pada 18 Oktober 2024. Peristiwa penganiayaan tersebut viral setelah sebuah video beredar di media sosial X (Twitter). Dalam video tersebut, terlihat seorang pria melemparkan kursi kepada karyawati toko roti tersebut hingga berdarah.
Ahrie Sonta kemudian turut menanggapi video yang viral itu. Dalam postingannya di akun X, Ahrie Sonta awalnya memastikan komitmen Polri menangkap pelaku. "Lg dikejar ya, ybs kabur 🙏🙏," tulis Ahrie Sonta di akun X-nya, @ahriesonta, Minggu (16/12/2024).
Beberapa jam kemudian ia mengabarkan bahwa pelaku sudah ditangkap. "Alhamdulilah sudah ditangkap oleh tim jatanras ditreskrimum PMJ @Jatanraspoldamj dan Satreskrim Polrestro Jaktim. Selamat untuk tim 🙏🙏," katanya.
Dalam cuitannya tersebut, ia juga mengunggah foto sosok pelaku saat ditangkap dan diintrogasi polisi di sebuah kamar hotol.
Dirangkum dari sejumlah sumber, Senin (16/12/2024), Kombes Ahrie Sonta merupakan ajudan baru Presiden Prabowo Subianto dari unsur Polri. Ahrie Sonta terpilih dari enam calon yang diusulkan Polri.
Kombes Ahrie Sonta sebelum terpilih menjadi ajudan Presiden Prabowo, merupakan Sekretaris Pribadi (Sespri) Kapolri Jenderal Listyo Sigit sejak 18 Februari 2021. Perwira kelahiran April 1981 ini merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2002.
Ia mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa dari Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) menjadi Komisaris Besar Polisi (Kombes). Ahrie menjadi orang pertama di Akpol 2002 yang dapat kenaikan pangkat luar biasa dari melati dua ke melati tiga di pundak.
Di Korps Bhayangkara, Ahrie pernah bertugas di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dan Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, sebelum akhirnya menjadi Sespri Kapolri. Sebelum menjadi Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Ahrie Sonta pernah bertugas sebagai Kepala Tim Monitoring Bagmon Robinopsnal Bareskrim Polri.
Ia juga pernah menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Sidoarjo. Kariernya semakin menanjak ketika tergabung dalam Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Operasi Nemangkawi di Papua. Ia pernah menjadi bagian dari tim penangkapan Djoko Tjandra di Malaysia terkait korupsi pengalihan hak tagih (Cessie) Bank Bali.
Tak hanya itu, Ahrie juga pernah mengungkap kasus narkotika dalam jumlah besar ketika menjabat Kepala Unit II Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya.
Ahrie Sonta memiliki catatan menarik sebagai anggota Polri berprestasi, baik dalam bidang akademis maupun kedinasan. Ia sudah meraih gelar Doktor Ilmu Kepolisian tahun 2018.
Dia pernah mengenyam pendidikan di Politie Academy Apeldoorn Belanda, Crime Scene Analisys By Visual Comparison di Munster Jerman, dan di Joint Special Operation University, US Command Center, Tampa, Florida, Amerika Serikat.
Sosok Ahrie Sonta sempat mencuri perhatian saat Listyo Sigit Prabowo mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebagai calon Kapolri di Komisi III DPR, pada Januari 2021 lalu.
Listyo Sigit saat itu diantar oleh Kapolri Jenderal Idham Azis dan didampingi sejumlah perwira tinggi Korps Bhayangkara. Ahrie Sonta saat itu berada di antara para jenderal, dan satu-satunya Kapolres yang diajak Komjen Listyo Sigit ke DPR.
















