Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria. (Foto: Komdigi).
JAKARTA, (ERAKINI) – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) membuka peluang kerja sama dengan kalangan pesantren untuk memperluas akses pelatihan serta sertifikasi kompetensi digital bagi para santri. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menyiapkan generasi muda pesantren agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri .
Menurut Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, Kemkomdigi memiliki berbagai program pelatihan berbasis digital yang dapat diakses secara daring dan berujung pada sertifikasi kompetensi.
"Kita memiliki pelatihan digital yang dapat diikuti secara daring dan berujung pada sertifikasi kompetensi yang berguna untuk memasuki dunia kerja," ujar Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria saat menerima audiensi Bina Usaha Nahdliyin di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat dikutip dari laman resmi Komdigi, Kamis (25/6/2026).
Kemkomdigi, menurut Nezar, siap mendukung berbagai inisiatif yang melibatkan pesantren dalam peningkatan kapasitas digital masyarakat. Ia mengatakan bahwa pengembangan keterampilan digitalsantri menjadi penting karena lulusan pesantren memiliki beragam pilihan profesi di masa depan, tidak hanya sebagai pendakwah atau pengajar agama.
Untuk itu, lanjut dia, Kemkomdigi membuka akses pelatihan digital berbasis daring yang dapat diikuti santri sesuai kebutuhan dan minatnya.
Dalam audiensi tersebut, pihaknya juga mendorong agar program literasi digital di lingkungan pesantren berkembang mengikuti kebutuhan zaman, terutama terkait pemanfaatan teknologi baru. "Literasi digital sekarang itu lebih mencoba meningkatkan skill atau juga pemahaman terhadap emerging technology. Misalnya artificial intelligence, IoT, dan lain-lain," ujarnya.
Menurut dia, pembahasan mengenai kecerdasan artifisial (AI) sangat relevan bagi kalangan pesantren karena teknologi tersebut telah digunakan secara luas oleh generasi muda, termasuk santri. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang memadai agar pemanfaatan AI dilakukan secara kritis dan bertanggung jawab. "Paling tidak ada literasi tentang bagaimana sih kita menghadapi artificial intelligence ini. Dan saya kira di pesantren itu sangat kontekstual," katanya.
Selain pelatihan dan sertifikasidigital, Kemkomdigi juga menawarkan peluang kolaborasi dalam program pengembangan talentadigital dan kewirausahaan berbasis teknologi. Nezar menyebut program Garuda Spark Innovation Hub yang tengah diperluas ke berbagai daerah dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan, membangun jejaring industri, hingga merintis startup berbasis teknologi.
Program tersebut melengkapi berbagai pelatihan digital yang telah dijalankan Kemkomdigi melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komdigi.
Terakhir, Nezar menegaskan dukungan Kemkomdigi terhadap berbagai program Bina Usaha Nahdliyin yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat, termasuk penguatan literasi digital dan pelindungan anak di ruang digital. "Komdigi mendukung inisiatif ini. Nanti kita coba cari poin kolaborasinya di mana, apa yang bisa kita support," katanya.
Kolaborasi dengan pesantren diharapkan dapat memperkuat literasi digital sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pengembang dan pelaku ekonomi digital yang berdaya saing.