Profil Prof Salim Said, Intelektual Lintas Bidang yang Dikenal Kritis
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) -Tokoh pers dan perfilman nasional Prof Salim Said meninggal dunia, Sabtu (18/5/2024) pukul 19.33 WIB. Semasa hidup Prof Salim dikenal sebagai intelektual lintas bidang yang kritis.
Namanya mulai dikenal luas ketiga sering tampil di program ILC (Indonesia Lawyers Club) yang dipandu Karni Ilyas. Salim merupakan keturunan Bugis dari Sulawesi Selatan. Ia Lahir di Desa Amparita, yang pada masa Hindia Belanda terletak di Afdeling Parepare (kini bagian dari Kabupaten Sidenreng Rappang). Salim menempuh pendidikan di berbagai lembaga ternama.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Teater Nasional Indonesia pada tahun 1966-1967, pria kelahiran 10 November 1943 ini sempat mengambil Jurusan Psikologi di Universitas Indonesia (UI), namun tak berlanjut.
Salim Said kemudian melanjutkan studinya di Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, dan lulus pada tahun 1977.
Setelah itu, Salim terbang ke Amerika Serikat untuk melanjutkan pendidikannya di Ohio State University. Ia meraih 3 gelar sekaligus di sana, yakni Magister Hubungan Internasional, Ilmu Politik, dan Doktor Ilmu Politik pada tahun 1985.
Pada rentang tahun 1971 hingga 1987, Salim aktif sebagai redaktur untuk beberapa surat kabar ternama, seperti Pelopor Baru, Angkatan Bersenjata, dan Majalah Tempo. Ia juga mengajar di sejumlah kampus seperti Unhan, dan menjadi anggota Dewan Film Nasional.


















