Konferensi Pers Menag Nasaruddin Umar (depan mimbar) di Kantor Kemenag, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2025). (Foto: Ahdori/Erakini)
JAKARTA, (ERAKINI) - Kementerian Agama (Kemenag) RI memaparkan capaian strategis bidang keagamaan selama satu tahun pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Laporan bertajuk 1 Tahun Kemenag Kawal Asta Cita Presiden tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar di Kantor , Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2025).
“Alhamdulillah, setahun pemerintahan, Kementerian Agama telah memaksimalkan kinerja dalam rangka mencapai apa yang digariskan oleh Bapak Presiden yang kita kenal dengan Asta Cita,” ujar Nasaruddin Umar.
Ia menjelaskan, selama setahun terakhir, Kemenag menekankan pelaksanaan Asta Protas Kemenag Berdampak yaitu delapan program prioritas yang dinilai memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Program ini disebut menjadi langkah konkret dalam mendukung penyelesaian Asta Cita serta 17 program prioritas nasional yang ditetapkan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran.
Berikut tujuh capaian strategis Kemenag selama satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
1. Indeks Kerukunan Meningkat
Menag Nasaruddin Umar mengungkapkan, indeks kerukunan umat beragama meningkat tajam dan mencapai level tertinggi dibandingkan periode sebelumnya.
“Saya tidak mengatakan kebanggaan, ini kesyukuran tersendiri karena kita bisa mengangkat kerukunan itu melampaui indeks sebelum-sebelumnya,” ujarnya.
Untuk memperkuat capaian tersebut, Kemenag mengoptimalkan aplikasi Si-Rukun sebagai sistem deteksi dini potensi konflik sosial berbasis keagamaan.
“Sistem ini ibarat alat deteksi dini tsunami, yang membutuhkan respons cepat dan profesional. Mungkin nanti ada ketegangan antar-komunitas, maka kita punya sistem sendiri berbasis Si-Rukun,” jelasnya.
Sebanyak 500 penyuluh dilatih sebagai mediator konflik, dan 1.192 kader lintas agama disiapkan untuk mengoperasikan sistem ini.
Selain itu, 25 pesantren yang sempat dinilai beraliran keras kini kembali bergabung dengan arus utama pesantren Indonesia melalui pendekatan kemanusiaan.
Nasaruddin menambahkan, survei World Tracking menunjukkan capaian kerukunan tertinggi di era pemerintahan Prabowo-Gibran dengan angka 86,7 persen.
“Tanpa kerukunan, program apa pun tidak ada nilainya. Karena itu, faktor kerukunan sangat penting agar masyarakat dapat merasakan nikmatnya hasil pembangunan,” tegasnya.
2. Memperkuat Program Makan Bergizi Gratis Kemenag juga aktif mendukung program makanan bergizi gratis yang menjadi salah satu agenda utama pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Di lingkungan Kementerian Agama, program ini telah menjangkau 1,37 juta siswa dan 337 ribu santri,” kata Nasaruddin.
Selain itu, pemeriksaan kesehatan gratis telah diberikan kepada 12,5 juta siswa lintas agama. Ia menyebut, Kemenag termasuk kementerian yang paling cepat dan lancar dalam menyelesaikan tugas ini.
3. Ribuan Masjid Berdaya dan Berdampak
Sebanyak 4.450 UMKM terlibat dalam program Masjid Berdaya dan Berdampak.
Ke depan, masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga dikembangkan sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat.
“Bukan lagi umat yang memberdayakan masjid, tapi masjid yang memberdayakan umat,” ujar Menag.
Hal ini juga berlaku untuk rumah ibadah lainnya agar menjadi pusat pelayanan kemasyarakatan dan rumah besar bagi kemanusiaan.
Sebagai contoh, Masjid Istiqlal kini menjadi barometer masjid berdaya, bahkan menarik perhatian negara lain untuk belajar dari sistem yang diterapkan di sana.
4. Peningkatan Kesejahteraan Guru
Menag Nasaruddin mengungkapkan peningkatan signifikan dalam kesejahteraan guru honorer.
“Selama ini gaji guru hanya maksimum Rp 1,5 juta, sekarang dalam era Pak Prabowo ini ditambahkan maksimum menjadi Rp 2 juta per bulan,” ucapnya.
Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) juga meningkat pesat dengan 2.006.325 guru terlibat, naik hingga 700 persen, serta sertifikasi bagi lebih dari 5.000 dosen.
Selain itu, berbagai program beasiswa telah digulirkan, di antaranya:
156.541 penerima KIP
6.493 penerima Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)
2.270.000 penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB)
193.000 beasiswa zakat
182.314 bantuan PIP bagi santri dan siswa
Dana BOS dan BOP untuk madrasah dan RA juga telah disalurkan sebesar Rp9 triliun.
Prestasi madrasah pun meningkat, seperti MAN IC Serpong yang belum tertandingi, MAN IC Gorontalo yang bertransformasi menjadi sekolah Garuda, serta MAN di Malang yang menorehkan berbagai prestasi nasional dan internasional.
“Prestasi luar biasa itu justru banyak lahir dari madrasah,” ujarnya.
5. Penerapan Ekoteologi dan Kurikulum Cinta Kemenag juga memperkenalkan konsep ekoteologi dan kurikulum cinta sebagai pendekatan baru dalam pendidikan agama.
“Dalam setiap agama selalu ada tiga dimensi: teologi, logos, dan etos. Kita sinergikan agar perubahan yang terjadi bersifat fundamental,” kata Nasaruddin.
Melalui kurikulum cinta, Kemenag berupaya mencegah kebencian antaragama dengan menanamkan nilai cinta sebagai dasar ajaran.
“Semua agama adalah cinta. Jika ada guru agama yang mengajarkan kebencian, maka ia tidak mengajarkan agama itu sendiri,” tegasnya.
6. Pemberdayaan Ekonomi Umat Kemenag juga menekankan pemberdayaan ekonomi lintas agama melalui pengelolaan dana umat.
“Kita memiliki 37 kampung zakat, 29 wakaf produktif, 10 kota wakaf, dan 40 hutan wakaf. Luas tanah wakaf di Indonesia setara dengan luas Singapura,” ungkap Nasaruddin.
Potensi dana umat Indonesia diperkirakan mencapai Rp 1.000 triliun per tahun, dengan pembentukan Lembaga Pemberdayaan Dana Umat (LPDU) di Ibu Kota Negara sebagai pusat pengelolaannya.
“Jika dimaksimalkan, bisa terkumpul Rp500 triliun, yang sangat berkontribusi bagi PBN dan martabat Indonesia,” katanya.
7. Kerja Sama Internasional
Dalam bidang kerja sama internasional, Kemenag aktif menjalin hubungan dengan berbagai negara dan lembaga keagamaan dunia.
“Kita baru saja menghadiri MAHBIS, pertemuan menteri-menteri agama Asia Tenggara, serta menjalin kerja sama dengan Arab Saudi, Mesir, Amerika, dan Eropa,” tutur Nasaruddin.
Selain itu, Kemenag juga menyiapkan program beasiswa bagi 3.000 orang per tahun untuk belajar di luar negeri.
Dalam pernyataan penutupnya, Nasarudin menegaskan bahwa semua program Kementerian Agama dilakukan untuk mendukung penuh arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto.
“Insyallah, tahun depan kita akan mulai memanen hasilnya. Kementerian Agama memiliki jaringan vertikal dari pusat hingga imam-imam masjid dan rumah-rumah ibadah di seluruh pelosok tanah air,” katanya.