Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka di Solo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. (Foto: Antara/Aris Wasita)
JAKARTA, (ERAKINI)- Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Denny Januar Ali menilai Gibran Rakabuming Raka akan membawa 3 klasifikasi gerbong suara jika dia ikut kontestasi Pemilu Presiden (Pilpres) 2024.
Denny menyebut, ketiga gerbong tersebut adalah suara dari Jawa Tengah, kalangan milenial, dan pemilih yang puas dengan kinerja Presiden Jokowi. Hal itu disampaikan oleh melalui keterangannya di Jakarta, Selasa (17/10/2023).
"Pertama adalah gerbong suara dari Jawa Tengah. Indonesia terdiri dari 38 provinsi namun hanya Jateng saja, total populasi di sana sekitar 13,39-16 persen. Prosentase itu tergantung cara menghitungnya, dari basis populasi umum atau basis daftar pemilih tetap," kata Denny JA.
Denny mengatakanx satu provinsi dengan populasi 13,39-16 persen, itu sangat besar sekali terutama suara Ganjar sangat dominan di Jateng mengalahkan Prabowo di atas 20 persen.
Oleh karena itu, menurut Denny, kehadiran Gibran sebagai cawapres Prabowo akan memperkecil margin elektoral antara Ganjar dengan Prabowo.
"Walaupun Ganjar secara nasional masih kalah dengan Prabowo jika head to head. Namun jika dominasi Ganjar di Jawa Tengah bisa dikurangi, dengan sendirinya total suara Ganjar di seluruh Indonesia akan jauh berkurang," ujar Denny.
Kedua adalah gerbong pemilih generasi millenial. Gerbong generasi milenual ini juga akan dibawa Gibran. Istilah milenial tersebut yang merujuk pada orang yang lahir setelah tahun 1982 dan saat ini berusia di bawah 41 tahun.
Denny menjelaskan bahwa berdasarkan surveiLSIDenny JA bulan September 2023, total jumlah segmen milenial sebanyak 48,5 persen.
"Gibran satu-satunya wakil dari generasi milenial yang ikut dalam pasangan capres-cawapres 2024," katanya.
Oleh karena itulah dia menilai Gibran sangat potensial mengambil suara kalangan milenial yang jumlahnya hampir setengah dari populasi.
Menurut dia, para politisi, pengusaha, dan profesional muda potensial digerakkan untuk menjadikan Gibran sebagai 'lokomotif' membawa gerbong kaum milenial.
Ketiga yaitu gerbong suara pemilih yang puas dengan kinerja Presiden Jokowi, meskipun Jokowi tidak mengatakan secara eksplisit siapa capres yang didukungnya.
"Tapi dengan datangnya Gibran sebagai cawapres Prabowo, dengan sendirinya, itu memberi sinyal bahwa Jokowi berada di belakang Prabowo. Jumlah populasi, mereka yang puas dengan Jokowi, sebanyak 70-80 persen," ujar Denny.
Denny menilai memang ada pemilih dari Prabowo jika Menteri Pertahanan itu mengambil Gibran sebagai cawapres yaitu kalangan terpelajar dengan berbagai alasan, mulai dari dinasti politik hingga belum berpengalaman.
Namun, jumlah kalangan terpelajar itu, menurut dia, dalam populasi pemilih Indonesia kurang dari 10 persen.
"Namun apabila dijumlahkan, masih lebih banyak pemilih yang datang daripada yang pergi jika Prabowo mengambil Gibran sebagai calon wakil presiden," katanya.
Karena itu menurut dia, jika akhirnya Gibran dipilih sebagai cawapres pendamping Prabowo, hal itu justru karena kalkulasi elektoral yang cermat. (ant)