Momentum 20 tahun, Ditjen Bimas Buddha komitmen dalam memperkuat pelayanan keagamaan Buddha dan memberdayakan umat secara berkelanjutan. (Foto: Ditjen Bimas Buddha).
JAKARTA, (ERAKINI) - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha (Ditjen Bimas Buddha) Kementerian Agama (Kemenag) RI menandai dua dekade perjalanan pengabdiannya dengan semangat ‘Terus Tumbuh, Terus Berkarya’.
Momentum 20 tahun ini menjadi ajang refleksi dan afirmasi terhadap komitmen Ditjen Bimas Buddha dalam memperkuat dan memberdayakan secara berkelanjutan.
Sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanannya sejak resmi dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2005 dan Permenag Nomor 3 Tahun 2006, peringatan ini dikemas dalam bentuk Talk Show Hari Jadi ke-20 Ditjen Bimas Buddha, yang diadakan secara meriah namun penuh makna. Talk show ini menjadi wadah penting untuk mengevaluasi capaian, tantangan, dan arah strategis pengembangan pelayanan keumatan ke depan.
Selama 20 tahun terakhir, Ditjen Bimas Buddha terus menunjukkan konsistensinya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi umatBuddha di Indonesia. Program pembinaan, pemberdayaan, dan penguatan kelembagaan keagamaanBuddha telah menjadi pilar utama dalam mendorong terciptanya masyarakat Buddhis yang mandiri, berkarakter, dan berdaya saing.
Dalam sambutannya, para pejabat Kementerian Agama yang hadir menegaskan bahwa Ditjen Bimas Buddha bukan hanya sebagai unit birokrasi administratif, tetapi juga sebagai agen transformasi sosial yang membangun kedamaian dan harmoni melalui nilai-nilai Buddhis.
Talk Show Penuh Inspirasi: Sinergi Pemerintah, Akademisi, dan Tokoh Umat
Talk Show peringatan hari jadi ini menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang: pejabat Kementerian Agama, akademisi, dan tokoh-tokoh Buddhis nasional. Diskusi yang berlangsung mencakup topik penting seperti strategi peningkatan mutu pendidikan keagamaanBuddha, revitalisasi peran organisasi keagamaan, serta penguatan moderasi beragama di kalangan umatBuddha.
Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen penting dalam komunitas Buddhis, di antaranya Ketua Umum Perwakilan Organisasi KeagamaanBuddha (Majelis, Lembaga Wanita, dan Pemuda), Rektor Institut Agama Buddha Nalanda, Ketua Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri dan Swasta, Ketua Umum PERGABI Jabodetabek & Banten, Ketua Umum PPABDI Jabodetabek dan Banten, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ditjen Bimas Buddha, para Pembimas dan penyelenggara wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, mahasiswa STAB Negeri dan Swasta dari berbagai daerah.
Dalam sesi penutupan, seluruh peserta menyatakan tekad untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi lintas sektor guna menghadirkan pelayanankeagamaanBuddha yang inklusif, adaptif, dan responsif terhadap dinamika zaman. Ditjen Bimas Buddha diharapkan dapat terus menjadi garda depan dalam memperjuangkan kesejahteraan umat melalui pendekatan pembinaan yang humanis, edukatif, dan berdampak langsung.
Semangat ‘Terus Tumbuh, Terus Berkarya’ bukan hanya slogan, tetapi menjadi energi kolektif dalam membangun peradaban Indonesia yang damai, adil, dan berlandaskan nilai-nilai luhur agama Buddha.