Pembukaan Pelatihan Guru dan Kepala Madrasah untuk Daerah 3T di Aston Hotel, Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin (8/7/2024). (Foto: Auva/Kemenag)
BATAM, (ERAKINI) - Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui Direktorat GuruTenaga Kependidikan (GTK), Realizing Education’s Promise -Madrasah Education Quality Reform (REP-MEQR) Project atau Madrasah Reform menggelar kegiatan Pelatihan Guru dan Kepala Madrasah untuk Daerah 3T di Aston Hotel, Kota Batam, Kepulauan Riau, Senin (8/7/2024).
Kegiatan yang akan berlangsung hingga Jumat 12 Juli 2024 itu diikuti oleh 154 guru dari 4 kabupaten yang ada di Kepri dan Sumatera Barat.
Konsultan 3T Madrasah ReformKemenag RI, Hesbul Bahar, mengatakan, kegiatan pelatihan yang menyasar daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) merupakan bentuk afirmasi dari program Madrasah ReformKemenag.
Melalui kegiatan tersebut, pria yang biasa disapa Hesbul ini menegaskan bahwa Kemenag berkomitmen mendorong dan memfasilitasi peningkatan kapasitas guru dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia, terkhusus di daerah 3T.
Selain itu, ujar Hesbul, kegiatan pelatihan itu sebagai implementasi dari komponen 3 program Madrasah Reform yaitu memberikan penguatan dan pengembangan bagi kelompok kerja guru (KKG) dan memperkuat kapasitas guru dan tenaga kependidikan.
“Komponen 3 fokus peningkatan pengembangan kapasitas guru dan tenaga kependidikan yaitu kepala madrasah dan pengawas,” katanya ditemui usai pembukaan.
Sedangkan output yang ingin dicapai yaitu meningkatnya pemahaman guru madrasah agar kegiatan pembelajaran di madrasah semakin baik.
“Output kegiatan ini gurunya pemahaman guru meningkat sehingga mengajar dengan baik,” tuturnya.
Kegiatan itu, lanjut Hesbul, diikuti oleh 154 peserta yang berasal dari 4 kabupaten yakni Natuna, Bintan dan Karimun di Kepulauan Riau dan Mentawai di Sumbar.
Di tempat yang sama, Kabid Madrasah Kanwil Kemenag Kepulauan Riau, Subadi mengaku senang guru-guru dan kepala madrasah yang ada di Kepri dilibatkan dalam acara pelatihan tersebut. Menurut dia, selama ini pihaknya belum bisa mengagendakan pelatihan mandiri sebab keterbatasan anggaran.
“Menurut kami kegiatan ini sangat bagus dilaksanakan karena menurut kami guru madrasah butuh pelatihan,” katanya.
Subadi berharap, para guru yang menjadi peserta pelatihan bisa langsung mengimplementasikan ilmunya di madrasah sehingga madrasah di Kepri semakin maju serta berkualitas.
Sebagai informasi, salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap program pengembangan keprofesian berkelanjutan guru, kepala madrasah, dan tenaga kependidikan Madrasah khususnya di daerah 3T yaitu dengan melaksanakan proyek Madrasah Reform.
Proyek ini dimaksudkan sebagai program investasi SDM yang dikembangkan Kemenag melalui pendanaan pinjaman luar negeri Bank Dunia (IBRD Loan No.8992-ID). Program kerja sama ini sudah berjalan sejak tahun 2020 dan akan berakhir di tahun 2024 ini.
Selain itu, Program Madrasah Reform termasuk program revolusioner reformasi madrasah yang diluncurkan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag. Adapun tujuan program ini yaitu meningkatkan kualitas pendidikan madrasah di seluruh Indonesia.