Ilustrasi - BMKG mengimbau 20 wilayah termasuk Jawa dan Bali untuk siaga hujan sangat lebat hingga 23 Oktober 2025. (Foto: Pixabay).
JAKARTA, (ERAKINI) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Sebanyak 20 wilayah, termasuk Pulau Jawa dan , diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi yang diperkirakan berlangsung hingga Rabu, 23 .
Hal itu disampaikan oleh BMKG dilansir Erakini dari laman resminya, Rabu (22/10/2025). Adapun rincian wilayah yang dikategorikan dalam status siaga karena berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat meliputi:
1. Aceh,
2. Sumatera Barat,
3. Kepulauan Riau,
4. Sumatera Selatan,
5. Kepulauan Bangka Belitung,
6. Bengkulu
7. Jawa Barat,
8. Jawa Tengah,
9. D.I. Yogyakarta,
10. Jawa Timur,
11. Bali
12. Nusa Tenggara Barat (NTB)
13. Kalimantan Barat,
14. Kalimantan Tengah,
15. Kalimantan Selatan,
16. Sulawesi Tengah,
17. Sulawesi Barat,
18. Sulawesi Selatan,
19. Papua Barat Daya,
20. Papua Pegunungan.
Selain hujan intensitas tinggi, BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang di wilayah Aceh, yang dapat menambah risiko bahaya.
Selain itu, BMKG mencatat bahwa sebagian besar wilayah Indonesia saat ini berada dalam kondisi hujan ringan hingga sangat lebat. Beberapa provinsi bahkan diprediksi mengalami hujan disertai petir dan angin kencang.
Wilayah-wilayah yang diperkirakan mengalami peningkatan curah hujan, termasuk hujan sedang hingga lebat, mencakup hampir seluruh wilayah Indonesia, antara lain:
BMKG menekankan bahwa kondisi cuaca ekstrem seperti ini dapat meningkatkan risiko banjir, tanah longsor, genangan air, serta pohon tumbang akibat angin kencang. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru dan menghindari aktivitas luar ruangan jika tidak mendesak, khususnya di daerah rawan. Pihak berwenang dan instansi terkait juga diminta untuk bersiap siaga dalam melakukan penanganan darurat bila terjadi bencana akibat kondisi cuaca ekstrem tersebut.