Megathrust Bisa Tenggelamkan Selat Sunda? Begini Penjelasan BRIN
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) – Perbincangan mengenai potensi terjadinya megathrust yang dapat memicu tsunami hingga setinggi 1,8 meter di Indonesia semakin intens di media sosial setelah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merilis hasil riset terbarunya.
Dalam penjelasannya, BRIN mengungkapkan bahwa megathrust di Indonesia bisa meledak kapan saja, dengan zona merah utama berada di Selat Sunda dan Pantai Selatan Jawa. Riset ini juga memperkirakan bahwa gempa yang akan terjadi dapat mencapai magnitudo 9,1.
Dilansir dari berbagai sumber pada Rabu (8/1/2025), jika terjadi megathrust, daerah yang berpotensi terdampak parah adalah pesisir Jawa dan Jakarta. Selain itu, gelombang tsunami setinggi 20 meter bisa melanda pesisir selatan Jawa, sementara di Selat Sunda, ketinggiannya diperkirakan bisa mencapai 3-15 meter. Bahkan, gelombang setinggi 1,8 meter diperkirakan bisa mencapai Jakarta hanya dalam waktu 2,5 jam setelah gempa terjadi.
Peneliti BRIN, Nuraini Rahma Hanifa, menjelaskan bahwa apa yang disampaikan BRIN bukan sekadar prediksi, melainkan ancaman nyata yang memerlukan kesiapsiagaan baik dari masyarakat maupun pemerintah. Ia menambahkan bahwa energi yang terkunci di zona subduksi Selat Sunda terus bertambah dan bisa dilepaskan kapan saja, membawa dampak bencana yang sangat besar.














