Lepas Jemaah Kloter Pertama Embarkasi Surabaya, Kepala BP Haji: Jaga Niat, Fisik dan Mental
Akhmad Baihaqi Arsyad






Gus Irfan berpesan kepada jemaah terkait pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental, serta melaksanakan seluruh rangkaian ibadah sesuai kemampuan. Hal ini demi kesiapan optimal saat memasuki puncak haji, yaitu wukuf di Arafah.
"Ibadah haji ini adalah panggilan dan anugerah dari Allah SWT. Karena itu, jagalah niat hanya karena Allah dan manfaatkan setiap waktu untuk memperbanyak amal ibadah di Tanah Suci," pesan Gus Irfan.
Selain itu, ia juga menekankan agar jamaah mematuhi segala arahan dan aturan yang disampaikan oleh petugas PPIH baik di kloter maupun di Arab Saudi.
Dalam kesempatan itu, Gus Irfan juga turut menyampaikan rasa syukur dan selamat kepada 380 jamaah haji kloter pertama yang telah ditakdirkan Allah SWT untuk menunaikan ibadah haji tahun ini, setelah menunggu selama 12 tahun. "Ibadah haji ini adalah panggilan dan anugerah dari Allah SWT. Karena itu, jagalah niat hanya karena Allah dan manfaatkan setiap waktu untuk memperbanyak amal ibadah di Tanah Suci," pesan Gus Irfan.
Dalam prosesi pelepasan tersebut, Gus Irfan tururt didampingi oleh Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa serta jajaran pejabat Pemerintah Provinsi Jatim, Kakanwil Kemenag Jatim, Kakanwil Imigrasi dan unsur PPIH Inti Embarkasi Surabaya.
Gus Irfan yang juga cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah bersinergi dalam pelayanan jamaah haji, khususnya kepada Gubernur Jawa Timur dan jajarannya. “Apa yang kita lakukan adalah bagian dari ibadah,” tuturnya.
Tak lupa, Gus Irfan memberi pesan khusus kepada seluruh petugas haji, baik petugas kloter maupun PPIH embarkasi, agar memberikan pelayanan dengan sepenuh hati. "Jamaah adalah tamu Allah. Layani mereka sebaik mungkin," ujarnya.
Terakhir, Gus Irfan mendoakan agar seluruh jamaah memperoleh haji yang mabrur dan mampu menjaga kemabruran tersebut sepanjang hayat. Kemabruran haji, kata dia, sejatinya harus terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana semangat BP Haji RI melalui Three Sukses Haji, salah satunya adalah Sukses Keadaban dan Peradaban.

