Para jemaah haji Indonesia 2025 di kawasan Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta menjelang pemberangkatan ke Tanah Suci, Kamis (1/5/2025) sore. (Foto: Akhmad Baihaqi Arsyad/Erakini)
JAKARTA, (ERAKINI) - Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar berpesan kepada jemaah haji Indonesia 2025 kloter pertama yang berangkat ke Tanah Suci hari ini, Kamis (1/5/2025) untuk menjaga energi dan kesehatannya, termasuk dalam prioritas ibadah.
"Bagi para jemaah haji yang berangkat pertama ini, jangan sampai memaksakan diri, energinya dijaga. Jangan memaksakan diri melaksanakan ibadah Sunnah tapi malah meninggalkan kewajiban. Harus diukur, jangan sampai boros di sunnah tapi meninggalkan yang wajib," pesan Menag di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (1/5/2025) malam.
Tahun ini, ada sebanyak 7.514 jemaah diberangkatkan dari berbagai embarkasi di seluruh Indonesia. Untuk Jakarta, kloter pertama dijadwalkan terbang tengah malam.
Dalam kesempatan itu, MenagNasaruddin Umar juga menyampaikan bahwa dirinya telah meninjau secara langsung kesiapan beberapa lokasi layanan dan mitigasi yang disiapkan untuk mengantisipasi munculnya potensi masalah. "Alhamdulillah semua sudah ada antisipasinya agar penyelenggaraan haji berjalan baik dan lancar," jelas Menag.
Menag juga menyampaikan bahwa dirinya juga telah berkoordinasi dengan pihak pemerintah Arab Saudi. Dari hal itu, ia berpesan kepada jemaah agar menaati persyaratan karena aturan dari Saudi super ketat. Menag berharap jemaah haji Indonesia mendapat bimbingan dan juga kemudahan layanan dalam menjalankan ibadah.
“Keluarga dan Kerajaan Saudi Arabia berpesan yang penting jemaah haji Indonesia memenuhi persyaratan dengan baik. Jangan sampai Indonesia mengirim calon jemaah haji yang tidak lengkap berkasnya. Bisa dipastikan, jika jemaah haji tidak lengkap berkasnya itu akan mengalami kesulitan," katanya.
Namun demikian, Menag pun menyampaikan bahwa pihak Saudi berterima kasih karena Indonesia selalu lebih siap untuk memberangkatkan jemaah hajinya dengan tertib dan bagus.
Sekali lagi, Menag Nasaruddin kembali menegaskan soal Visa Haji. Ia mengimbau warga Indonesia tidak mudah tergiur berangkat ke Tanah Suci tanpa visa haji. Sebab, regulasi di Arab Saudi sangat ketat dan itu baik demi melindungi jemaah haji.
“Kalau ketangkap tidak gunakan visa haji, akan dipulangkan dan denda hingga 400 juta. Jemaah haji Indonesia juga agar selalu membawa identitas saat beraktivitas di Tanah Suci," tegasnya.
Terakhir, Menag Nasaruddin mengajak masyarakat dan jemaah haji Indonesia untuk saling mendoakan agar pelaksanaan haji 1446 H/2025 M berjalan dengan baik dan lancar sejak dari berangkat ke Tanah Suci hingga kembali lagi ke Tanah Air.