Lettu Pnb Anisa saat menjalani program Captaincy, sebuah program peningkatan kualifikasi untuk menjadi seorang Captain Buddy Ride pada pesawat C-130 Hercules di Skadron Udara 32, pada Juni 2025. Foto: Dok TNI AU
Anisa lagi-lagi membuktikan bahwa jebolan tidak hanya mampu menembus batas profesi dan batas negara (mendunia), tetapi juga batas kelaziman. Anisa menjadi pertama di Indonesia yang berhasil 'menembus langit' sebagai penerbang militer.
Lettu Pnb Anisa saat ini bertugas sebagai Copilot di Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Anisa mencatat sejarah sebagai perempuan pertama Indonesia yang duduk di kokpitpesawat Hercules, sebuah prestasi membanggakan sekaligus mengharumkan nama SMA Taruna Nusantara dan TNI AU.
Dirangkum Erakini, Kamis (4/9/2025), Anisa Amalia Octavia lahir di Sleman, Yogyakarta, pada 13 Oktober 1994. Anisa merupakan alumni SMA Taruna Nusantara Magelang tahun 2012 (TN 20).
Setelah lulus SMA Taruna Nusantara, Anisa melanjutkan penddikan ke Akademik Angkatan Udara (AAU) dan lulus tahun 2017. Anisa pun mencatatkan sejarah penerbang perempuan pertama yang dilahirkan oleh AAU.
Sebenarnya, ada dua pilot perempuan lulusan AAU saat itu, yakni Letda Pnb Anisa dan Letda Pnb Mega Coftiana. Kedua perempuan hebat ini juga sama-sama lulusan SMA Taruna Nusantara. Hanya, Anisa dipercaya mengendalikan pesawat angkut berat Hercules C-130, sedangkan Mega di kelas pesawat kargo menengah CASA 212. Oleh karena itu, Anisa tercatat sebagai penerbang perempuan pertama yang sukses membawa pesawat Hercules.
Menariknya, Anisa sejatinya memiliki fobia ketinggian dan belum pernah naik pesawat sebelum masuk AAU. Ia bahkan sempat dilarang oleh orang tuanya menjadi penerbang, karena khawatir.
Setelah lulus dari AAU, Anisa tidak otomatis dipercaya menembangkan pesawat TNI AU. Untuk lebih memperdalam keahliannya, Anisa melanjutkan pendidikan ke Sekolah Penerbang (Sekbang) Angkatan 95 TNI Terpadu. Sekbang ini kemudian mengakrabkan Anisa dengan dunia penerbangan militer.
Anisa memulai kariernya sebagai penerbang dengan menerbangkan pesawat latih jenis TP-120. Setelah itu lanjut menerbangkan pesawat KT 1 B. Saat di Sekbang Anisa juga merasakan menerbangkan pesawat tempur. Dengan tekad yang bulat, Anisa pun berhasil mengatasi fobia ketinggian.
Setelah empat tahun ditempa di Sekbang, Anisa akhirnya lulus pada Juni 2019. Warga Jalan Kabupaten, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, ini lulus bersama 42 penerbang lainnya. Ke-43 penerbang muda TNI lulusan Sekbang saat itu terdiri dari 37 Perwira Angkatan Udara, termasuk Anisa dan Mega; 2 Perwira Angkatan Darat (AD); dan 4 Perwira Angkatan Laut (AL).
Setelah lulus Anisa langsung ditempatkan di Skadron Udara 32, Lanud Abdulrachman Saleh, yang merupakan markas pesawat Hercules. Sepanjang kariernya menjadi penerbang militer, Anisa kerap mengikuti atraksi. Salah satunya bergabung dalam Jupiter Aerobatic Team (JAT) dalam rangka memeriahkan Event Singapore Airshow pada Februai 2024.
Misi JAT saat itu adalah dapat membawa harum nama bangsa Indonesia di kancah internasional. Anisa saat itu membawa pesawat Hercules Skadron Udara 32 dari Lanud Abdulrachman Saleh Malang.
Pada pertengahan Juni 2025 lalu, Anisa lagi-lagi menjadi pusat perhatian. Saat itu Skadron Udara 32 melaksanakan misi angkutan udara untuk personel dan materiil Skadron Udara 21 yang bergerak ke pangkalan Lanud Samsoedin Noor dalam rangka Latihan Sikatan Daya-25.
Komandan Skadron Udara 32 Letkol Pnb Mohamad Ebor Subarkat, saat itu didampingi Lettu Pnb Anisa dan Lettu Pnb Rico Suhanda yang keduanya sedang menjalani program Captaincy, sebuah program peningkatan kualifikasi untuk menjadi seorang Captain Buddy Ride pada pesawat C-130 Hercules di Skadron Udara 32.
Kualifikasi untuk menjadi seorang Captain Pilot pesawat C-130 Hercules bukanlah hal yang mudah. Seorang penerbang harus memenuhi jam terbang tertentu dan menyelesaikan berbagai pelatihan lanjutan, serta memperoleh sertifikasi yang telah ditetapkan sesuai standar penerbangan militer.
Maka itu, penerbangan misi keluar home base sangat berguna untuk bekal pengalaman bagi seorang penerbang. Selain penguasaan aspek teknis pengoperasian pesawat, calon Captain Pilot dituntut memiliki pemahaman menyeluruh terkait regulasi penerbangan, prosedur operasional, dan kepemimpinan.
Pesawat C-130 Hercules merupakan pesawat angkut berat strategis milik TNI AU yang dikenal memerlukan keterampilan tinggi serta ketangguhan fisik dan mental untuk menerbangkannya. Bukan perkara mudah mengendalikan pesawat sekelas Hercules. Namun, Lettu Anisa berhasil menunjukkan kemampuannya secara prima.