Komando Operasi (Koops) Habema tengah menjadi sorotan berkat keberhasilannya menguasai Distrik Bibida yang selama ini dikuasai OPM. Koops Habema juga berhasil merebut ratusan senjata dan menembak mati anggota OPM Denis Murib, seorang desertir TNI.
Koops Habema merupakan organ baru TNI yang baru dibentuk awal tahun 2024. Koops Habema adalah singkatan dari "Harus Berhasil Maksimal". Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto sengaja membentuk Koops Habema untuk menyatukan pola operasi TNI dan Polri dalam menangani konflik di beberapa wilayah Papua.
Habema merupakan nama danau di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Habema termasuk salah satu danau tertinggi di Indonesia, karena letaknya di ketinggian lebih dari 3.300 meter di atas permukaan laut (mdpl) di kaki Gunung Trikora.
Tugas utama satuan ini melaksanakan operasi militer untuk menindak kelompok separatis dan melindungi infrastruktur vital. Operasi ini melibatkan patroli, penyisiran, dan penegakan hukum terhadap kelompok-kelompok yang dianggap mengancam keamanan.
Sebelum ditunjuk jadi Pangkoops Habema, pria kelahiran 2 Oktober 1974 ini sudah menjadi Pati TNI AD sejak tahun 2022. Ia mengawali jabatan Pati sebagai Kapusdiklat BIN pada tahun 2022-2023.
Dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (19/6/2024), Lucky Avianto merupakan lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) dan penerima Adhi Makayasa tahun 1996. Dia juga merupakan lulusan terbaik Dikreg Seskoad Angkatan XLIX Tahun 2011, dan lulusan terbaik Dikreg XLVI Sesko TNI tahun 2019, serta Lulusan Terbaik Akademik di PPSA XXIV Lemhannas Tahun 2023 yang mahir bidang Infanteri baret merah.
Di luar pendidikan formal kemiliteran, Lucky Avianto juga berprestasi sebagai peserta terbaik di beberapa Pendidikan TNI maupun TNI AD, seperti Pendidikan Combat Intel Pasis Akmil tahun 1996/1997, Pendidikan Kursus Bahasa Inggris TNI AD tahun 1999, Kursus Staf Perencanaan Strategis tahun 2016, serta Kursus Operasi Gabungan TNI Tahun 2017.
Brigjen Lucky Avianto tidak hanya pintar di atas kertas dan balik meja. Ia juga garang di lapangan dengan berbagai prestasi di daerah penugasan di dalam maupun luar negeri. Di dalam negeri, pemilik Brevet Komando Kopassus ini terlibat dalam Operasi Maluku dan Operasi Aceh. Sementara di luar negeri, ia pernah tergabung dalam penugasan sebagai Military Observer di Congo pada tahun 2009, serta saat menjabat Komandan Batalyon Mekanis TNI (Indobatt) Kongo XXIII-G/Unifil di Lebanon.
Lucky Avianto mengawali karier militer dari satuan Kopassus. Saat berpangkat Letnan Dua hingga Kapten, Lucky Avianto pernah menjabat sebagai Danton Yon-23 Grup 2 Kopassus, Danki Yon-23 Grup 2 Kopassus, Kasi Intel Komando Operasi di Aceh, Dantim Yon 31 Grup 3 Kopassus, dan Kasi Ops Grup 1 Kopassus.
Setelah naik pangkat jadi Mayor, Lucky dipercaya menjadi Wadanyon 11 Grup 1 Kopassus dan Kaspri Danjen Kopassus. Saat Letnan Kolonel, Lucky mengemban amanat sebagai Danyonif 400/Raider (2012), Danyonif 500/Raider (2012-2014), Dandim 0829/Bangkalan (2014-2015), dan Waasops Danjen Kopassus (2015-2016).
Kariernya semakin melejit setelah naik pangkat jadi Kolonel. Ia dipercaya menjabat Asrena Danjen Kopassus (2016-2017), Asops Danjen Kopassus (2017-2018), Dan Grup 1/Para Komando Kopassus (2018-2019), Puskodalops Satgas Covid-19 (2020), Asops Kasdam XVIII/Kasuari (2020-2021), dan Danrindam XII/Tanjungpura (2021-2022).
Lucky Avianto kemudian pecah bintang pada Januari 2022 ketiga dipromosikan menjadi Kapusdiklat BIN. Setahun kemudian ia masuk ring 1 KSAD sebagai Staf Khusus pada tahun 2023. Selanjutnya ia menjabat Waasops Kasad Bidang Siapsat, hingga ditunjuk menjadi Pangkoops Habema pada tahun 2024 hingga sekarang.