Kepala BMBPSDM Muhammad Ali Ramdhani mengungkapkan bahwa peluncuran tiga buku ini merupakan bagian dari mandat besar Kementerian Agama dan selaras dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 244 Tahun 2025.
“Setelah memperoleh penetapan program prioritas dari Kementerian Agama, BMBPSDM selaku koordinator pelaksana berikhtiar agar konsep-konsep ini dapat terimplementasikan dengan baik hingga akhirnya hari ini bisa kita launching bersama,” ujar Ali Ramdhani
Ali Ramdhani menjelaskan, penyusunan tiga buku tersebut telah melalui proses panjang, mulai dari pengumpulan data, penulisan, Focus Group Discussion (FGD), hingga pembacaan ulang yang melibatkan akademisi, peneliti, aktivis lingkungan, tokoh agama, analis kebijakan, serta kementerian dan lembaga lintas sektor.
Kehadiran buku Ekoteologi: Menguatkan Iman, Merawat Lingkungan, diharapkan menjadi pedoman implementatif bagi Kementerian Agama dan mitra terkait, sekaligus memperkuat kesadaran dan komitmen bersama dalam merawat hubungan harmonis antara manusia, Tuhan, dan alam. Buku ini juga menjadi rujukan komunikasi bagi berbagai program berbasis ekoteologi.
“Kehadiran buku ini diharapkan dapat memberikan panduan bagaimana implementasi ekoteologi dilakukan, serta menginspirasi individu dan komunitas untuk terlibat dalam gerakan penyelamatan bumi,” sambungnya.
Ia menegaskan pentingnya aksi nyata dalam penerapan ekoteologi, termasuk perubahan kebiasaan yang dimulai dari internal BMBPSDM.
“Mulai minggu depan, tidak ada lagi minuman dengan kemasan plastik di lingkunganBMBPSDM. Kami juga ingin seluruh balai diklat menjadi lebih hijau dan asri sebagai wujud nyata implementasi ekoteologi,” tambahnya.
Selain buku ekoteologi, BMBPSDM juga merampungkan Peta Jalan Penguatan Moderasi Beragama 2025-2029, sebagai kelanjutan dokumen moderasi beragama periode sebelumnya yang sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2023.
Pada kesempatan yang sama, turut diluncurkan Trilogi Kerukunan Jilid II, karya yang memuat penguatan gagasan original Menteri Agama terkait kerukunan yang relevan dengan tantangan zaman.
“Semoga buku-buku ini dapat menjadi panduan implementatif dalam merawat keberlanjutan kehidupan, sekaligus memperkuat moderasi beragama dan kerukunan,” tukasya.
Ketiga buku ini diluncurkan secara resmi oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Kegiatan ini dihadiri sekitar 250 peserta yang terdiri atas perwakilan kementerian dan lembaga, pengampu forum Sekretariat Bersama Moderasi Beragama, majelis-majelis agama, organisasi keagamaan, Chief Strategy Officer (CSO) di bidang lingkungan, serta perwakilan berbagai satuan kerja di lingkungan Kementerian Agama.