Terpapar Radioaktif Cs-137 di Cikande, 9 Orang Jalani Perawatan, Pemerintah Tetapkan sebagai Kejadian Khusus
Akhmad Baihaqi Arsyad







Informasi ini disampaikan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman dalam keterangannya pada Jumat (3/10/2025). Menurutnya, semuanya dilaporkan tidak bergejala dan dalam kondisi baik.
Adapun hasil itu ditemukan dari pemeriksaan sekitar 1.562 pekerja dan warga sekitar Kawasan Industri Cikande menyusul temuan paparan radiasi pada komoditas ekspor berupa udang dari kawasan tersebut.
Menurut Aji, terpapar Cs-137 dapat menimbulkan sejumlah efek. Untuk jangka pendek, kata dia, paparan tinggi bisa menyebabkan sindrom radiasi akut berupa mual, muntah, diare, kelelahan, sakit kepala, hingga penurunan sel darah putih.
Selain itu, lanjut dia, paparan Cs-137 juga dapat menimbulkan kerusakan kulit serta jaringan yang ditandai dengan kemerahan, lepuh, atau luka bakar radiasi. Ada juga risiko perdarahan, infeksi berat, kerusakan organ dan kematian pada paparan radiasi yang tinggi.
Sementara untuk efek jangka panjang, lanjut Aji, paparan rendah berulang atau internal bisa meningkatkan risiko kanker akibat kerusakan DNA, penurunan daya tahan tubuh karena gangguan sumsum tulang dan imunitas.
Sementara itu, kasus cemaran radiasi ini telah ditetapkan sebagai kejadian khusus oleh pemerintah. Kemudian, pemerintah membentuk Satgas Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Sesium-137 (Cs-137) dan Kesehatan Pada Masyarakat Berisiko Terdampak yang menangani kejadian khusus cemaran radiasi Cs-137 yang terdeteksi di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten.
“Kerja sama lintas sektor, keterlibatan masyarakat dan keterbukaan informasi publik. Dukungan dari seluruh elemen diharapkan dapat memperkuat upaya menjaga keselamatan lingkungan dan kesehatan masyarakat dari risiko kontaminasi bahan radioaktif,” kata Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq yang selaku Ketua Harian Satgas tersebut, dikutip dari laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup, Sabtu (4/10/2025).
Tim Satgas Bidang I Mitigasi dan Penanganan Kontaminasi Sumber Radiasi, hingga Kamis, 2 Oktober 2025 telah melakukan serangkaian upaya dekontaminasi secara menyeluruh. Tim mengangkat material yang memiliki tingkat radiasi tinggi menggunakan peralatan berat, kemudian memindahkannya ke fasilitas penyimpanan sementara (interim storage) milik PT PMT.
Sebagai upaya pengendalian dampak, pada truk pengangkut sumber radiasi dilakukan pencegahan paparan radiasi seperti dinding ruang angkut yang dilapisi plat logam timbal untuk menghindari pancaran radiasi kepada lingkungan maupun pengemudi truk pengangkut tersebut.
Menurut keterangan resmi dari KLH, di salah satu titik terkontaminasi, yang diberi nama Lokasi F, sekitar dua tas besar (jumbo bag) material dan enam drum High-Density Polyethylene (HDPE) dengan kadar radiasi tinggi telah berhasil diamankan.
Secara total, hingga 2 Oktober 2025, dari lokasi A dan F telah diangkat sedikitnya 20 drum, 17 jumbo bag dan 3 pallet. Proses pengangkatan dan pengangkutan material terkontaminasi akan terus dilakukan hingga seluruh area yang terpapar radionuklida Cs-137 dinyatakan bersih.
Untuk mencegah meluasnya kontaminasi, Tim Satgas Brimob KBRN POLRI melakukan pengawasan ketat terhadap setiap kendaraan yang keluar-masuk kawasan industri. Pemeriksaan dilakukan guna memastikan tidak ada kendaraan yang membawa jejak radiasi ke luar kawasan.
Satgas tersebut menyatakan akan terus melanjutkan kegiatan dekontaminasi lanjutan di seluruh titik yang terdeteksi paparan Cs-137 serta melakukan pemetaan ulang (remapping) area terpapar untuk memastikan tidak ada sumber radiasi yang terlewatkan.