Ilustrasi - BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan sangat lebat pada periode 12-15 Januari 2026 di sejumlag wilayah, terutama di Jatim, Jabar, Jateng dan Jogja. (Foto: Pixabay).
JAKARTA, (ERAKINI) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini ekstrem yang perlu mendapat perhatian serius dari masyarakat, khususnya di wilayah Pulau dan sekitarnya.
Melansir laman resminya pada Minggu (11/1/2026), BMKG menyampaikan bahwa dalam periode 12–15 Januari 2026, sejumlah daerah diprediksi berpotensi mengalami hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat, petir, serta angin kencang.
BMKG menetapkan status Siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah, di antaranya:
1. Jawa Barat,
2. Jawa Timur,
3. Jawa Tengah,
4. Daerah Istimewa Yogyakarta,
5. Papua.
Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan genangan air.
Selain hujan ekstrem, BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang yang dapat melanda berbagai wilayah di Indonesia. Daerah yang masuk dalam kewaspadaan angin kencang antara lain:
1. Maluku,
2. Bali,
3. Kepulauan Bangka Belitung,
4. Nusa Tenggara Barat,
5. Nusa Tenggara Timur,
6. Jawa Timur,
7. Jawa Tengah,
8. DI Yogyakarta,
9. Jawa Barat,
10. Papua,
11. Maluku Utara,
12. Sulawesi Selatan,
13. Sulawesi Tenggara,
14. Papua Barat Daya.
Menurut BMKG, kondisi cuaca di Indonesia dalam beberapa hari ke depan secara umum masih didominasi hujan, mulai dari intensitas ringan hingga lebat. BMKG juga mencatat adanya potensi peningkatan hujan dengan intensitas sedang di berbagai wilayah, termasuk Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
BMKG menegaskan bahwa prakiraan tersebut merupakan gambaran kondisi cuaca secara umum. Untuk informasi yang lebih rinci dan terkini sesuai wilayah masing-masing, masyarakat dapat mengakses laman resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta kanal media sosial @infoBMKG.
Memasuki awal tahun 2026, BMKG mengimbau masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika cuaca yang dapat berubah dengan cepat. Potensi cuaca ekstrem dinilai dapat memicu berbagai bencana hidrometeorologi, sehingga diperlukan kesiapsiagaan yang lebih baik.
Masyarakat diharapkan lebih cermat dalam merencanakan aktivitas, terutama yang berkaitan dengan perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan di luar ruangan seperti ibadah, wisata, dan aktivitas massal lainnya. Pemantauan rutin terhadap informasi cuaca resmi menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko.
BMKG juga menyediakan layanan Digital Weather for Traffic (DWT), yakni informasi cuaca khusus jalur perjalanan yang telah terintegrasi di seluruh wilayah Indonesia. Melalui layanan ini, pengguna dapat memperoleh gambaran kondisi cuaca sepanjang rute perjalanan, mulai dari titik keberangkatan hingga tujuan akhir. Layanan DWT dapat diakses melalui aplikasi InfoBMKG maupun laman signature.bmkg.go.id/dwt.
Informasi cuaca akan terus diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan atmosfer terkini. Dengan memanfaatkan informasi resmi dari BMKG, masyarakat diharapkan dapat beraktivitas dengan lebih aman, waspada, dan percaya diri di tengah potensi cuaca ekstrem.