Asisten Kapolri Bidang SDM Irjen Pol Anwar (kiri) dan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir. Foto: Dok Polri
JAKARTA, (ERAKINI) –RekrutmenTaruna-Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2026 disambut antusias tinggi pendaftar. Di tengah tingginya minat, Polri menegaskan seleksi dilakukan secara ketat, transparan, dan bebas dari praktik titipan.
Polri mencatat sebanyak 7.988 pendaftar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.432 peserta telah terverifikasi, sementara 2.556 lainnya masih dalam proses verifikasi.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis), serta tanpa adanya praktik titipan.
“Animo masyarakat terhadap rekrutmenTarunaAkpol cukup tinggi. Hingga saat ini tercatat 7.988 pendaftar, dengan 5.432 sudah terverifikasi dan sisanya masih dalam proses,” ujar Johnny, dalam keterangannya, dikutip Rabu (8/4/2026).
Menurut Eddizon, penguatan pengawasan publik menjadi bagian penting dalam menjaga integritas proses seleksi. Untuk itu, Polri menyediakan kanal pengaduan melalui hotline dan QR Code guna memudahkan masyarakat melaporkan jika ditemukan indikasi pelanggaran.
“Kanal pengaduan terus kami sosialisasikan agar masyarakat dapat berperan aktif dalam mengawasi proses rekrutmen,” jelasnya.
Diketahui, rangkaian seleksi Akpol Tahun Anggaran 2026 telah dimulai sejak 9 hingga 30 Maret 2026 melalui tahapan pendaftaran online dan verifikasi. Tahapan berikutnya meliputi penandatanganan pakta integritas serta pemeriksaan administrasi awal.
Selanjutnya, peserta akan mengikuti berbagai tahapan seleksi, antara lain pemeriksaan kesehatan tahap I, tes psikologi berbasis CAT, tes akademik, uji kompetensi, hingga pemeriksaan kesehatan tahap II dan sidang akhir.
Untuk jalur Akpol, proses seleksi akan berlanjut hingga tingkat pusat (Panpus) pada Juli 2026, menjadikannya sebagai salah satu tahapan rekrutmen dengan proses paling panjang dan komprehensif di lingkungan Polri.
Satu Jalur dan Bebas Kecurangan
Asisten Kapolri Bidang SDM Irjen Pol Anwar menyampaikan bahwa seluruh tahapan dilakukan secara objektif dan diawasi, baik secara internal maupun eksternal, guna menjaga kepercayaan publik.
Ia menekankan bahwa rekrutmenTaruna-Taruni Akpol 2026 hanya melalui satu jalur, yaitu jalur reguler. Tidak ada jalur khusus, kuota tertentu, maupun praktik titipan dalam bentuk apa pun.
“Semua peserta memiliki kesempatan yang sama. Penentuan kelulusan sepenuhnya berdasarkan hasil seleksi,” ungkap Irjen Pol Anwar.
Polri mengajak masyarakat untuk ikut mengawal proses ini agar tetap bersih dan transparan, sehingga dapat menghasilkan calon perwira terbaik bagi institusi.
Masyarakat dapat melaporkan jika menemukan praktik penipuan atau percaloan dalam proses rekrutmen. Laporan dapat disampaikan melalui layanan pengaduan Divisi Propam Polri, hotline rekrutmen di nomor 0821-1685-877, serta melalui Bareskrim Polri maupun kantor kepolisian terdekat.