Heboh Soal Warung Madura Dilarang Buka 24 Jam, Begini Respons Adi Prayitno
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Pengamat politik sekaligus tokoh muda asal Jawa Timur, Adi Prayitno terlihat sangat kecewa atas sikap pemerintah yang melarang Warung Madura buka 24 jam. Kekecewaan itu ia tuliskan di akun instagram pribadinya @adiprayitno_official, dilihat erakini, Senin (29/4/2024).
“Puluhan tahun warung madura tergusur dgn menjamurnya minimarket. Kita sabar. Tak pernah marah. Tak pernah salahkan pemerintah. Kita pindah dari satu tempat ke tempat lain yang warganya beraktivitas 35 jam, bkn cuma 24 jam,” kata Adi di instagram sambil menyertakan foto sedang ngopi hitam bersama seorang pedagang Warung Madura di suatu tempat.
Dosen ilmu politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini menuturkan, Warung Madura jatuh bangun puluhan tahun. Dia menyebut, ketika dalam kondisi itu, pemerintah tidak peduli.
“Katanya biarkan saing bebas. Giliran sekarang mulai eksis mau diatur segala macam ini itunya. Klean kemana selama ini. Baru bangun tidur?,” lanjutnya.
Menurut Adi, Warung Madura untungnya tidak banyak. Hanya cukup sekolahkan anak di pesantren, bayar cicilan hutang karena gagal panen, makan sering dipanasin ulang buat berhemat. Mereka jaga warung krn lari dari himpitan ekonomi. Itu aja. Tak lebih,” bebernya.
Lebih dari itu, Adi melihat ukuran tidak ada yang besar, sebaliknya justru sangat sempit. Hanya berkisar 3x3 meter atau 3x2 meter.

















