Gunung Anak Krakatau Tak Henti Erupsi, Bagaimana Risiko Bahayanya?
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali erupsi secara menerus sejak Jumat (4/9/2026) malam. Aktivitas vulkanik itu ditandai semburan merah menyala menyerupai lava fountain atau air mancur lava, disertai suara gemuruh yang terdengar hingga sejumlah wilayah Banten, Jawa Barat, dan Lampung.
Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan, tinggi kolom erupsi tidak teramati. Namun, semburan merah menyala terlihat jelas dan berlangsung terus-menerus selama beberapa jam.
"Tinggi kolom erupsi tidak teramati, akan tetapi warna merah menyala semburan erupsi terlihat jelas secara menerus. Fenomena erupsi ini menyerupai lava fountain atau lava air mancur yang menghasilkan aliran lava," kata Lana dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Lana, erupsi menerus selama beberapa jam yang disertai lava fountain merupakan fenomena yang umum terjadi pada aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Badan Geologi juga mengaitkan suara dentuman dan getaran yang dilaporkan masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Barat, Banten, dan Lampung dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Suara dentuman dan getaran yang dilaporkan masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Barat, Banten, dan Lampung diduga berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung pada waktu bersamaan," ujar Lana.


















