PVMBG Ungkap Fakta di Balik Fenomena 6 Gunung Api Erupsi Bersamaan
Thomas Pulungan
BANDUNG, (ERAKINI) – Erupsi enam gunung api di waktu hampir bersamaan pada 31 Agustus 2026, memunculkan pertanyaan publik mengenai kemungkinan adanya satu fenomena geologi yang menghubungkan aktivitas vulkanik tersebut. Namun, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM memastikan tidak ada hubungan sistemik di antara erupsi tersebut.
Enam gunung api yang mengalami erupsi adalah Gunung Ibu di Maluku Utara, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, serta Gunung Sinabung di Sumatera Utara.
Kepala PVMBG Badan Geologi Rita Susilawati mengatakan, fenomena tersebut merupakan dinamika vulkanik yang berlangsung secara independen. Posisi Indonesia di kawasan Cincin Api Pasifik dengan 127 gunung api aktif membuat aktivitas erupsi pada waktu yang berdekatan bukan hal yang dengan sendirinya menunjukkan adanya satu pemicu bersama.
"Kalau bahasa sederhananya dapurnya itu masing-masing, dapurnya itu sendiri-sendiri. Proses menuju erupsi antara satu gunung dengan gunung yang lainnya juga berbeda-beda. Kami tidak menemukan bukti adanya satu proses geologi yang memicu seluruh erupsi tersebut secara bersamaan di tanggal 31 Agustus," kata Rita dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).
Pernyataan tersebut sekaligus menepis anggapan bahwa meningkatnya aktivitas sejumlah gunung api dalam waktu bersamaan merupakan rangkaian erupsi yang saling berkaitan. Setiap gunung memiliki sistem magmatik dan kondisi internal masing-masing sehingga aktivitas menuju tidak harus berlangsung dengan pola yang sama.


















