Rektor ISTA Nilai Jokowi Berhasil Letakkan Fondasi Transisi Kepemimpinan
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) - Rektor Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal (ISTA), Ngasiman Djoyonegoro menilai Presiden Jokowi berhasil meletakkan fondasi transisi kepemimpinan untuk Keberlanjutan Pertahanan dan Keamanan Nasional, lewat pidato kenegaraan Presiden RI yang disampaikan pada Rapat Tahunan MPR 2023, Rabu (16/8/2023) pagi.
"Pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo di depan MPR RI sebagai bentuk peletakan dan penegasan fondasi transisi kepemimpinan di tengah tahun politik, " ujar Ngasiman.
Selain menyampaikan berbagai keberhasilan kinerja Pemerintahan, Presiden Jokowi juga menyampaikan dan menyinggung soal estafet kepemimpinan nasional.
Pidato kenegaraan presiden kali ini diwarnai dengan kesadaran bahwa pemerintahannya akan segera berakhir dan pemimpin di masa mendatang harus berpijak pada hal ke-kini-an dan ke-di sini-an.
"Penegasan bahwa dia tidak 'cawe-cawe' dalam kontestasi Pemilu 2024 dan menolak disebut 'Pak Lurah' merupakan bentuk sikap proporsional dari seorang kepala negara, " kata Ngasiman Djoyonegoro menanggapi pidato kenegaraan Presiden RI.
Dalam konteks pertahanan dan keamanan nasional, kata dia, apa yang disampaikan oleh Presiden ini adalah bentuk optimisme dalam melihat masa depan serta menyebut hal yang perlu diperhatikan untuk diantisipasi.
Presiden juga sempat menyinggung soal merebaknya ekspresi ujaran kebencian yang menyerang pribadi Presiden dalam balutan kritik.
"Adalah penting untuk mengidentifikasi bahwa ekspresi semacam ini berpotensi memecah belah masyarakat. Karenanya hal ini perlu diantisipasi sejak awal," kata pria yang akrab dipanggil Simon ini.
Simon menekankan, belajar dari pilkada DKI 2017 dan Pemilu 2019 saat ujaran kebencian antara pendukung pasangan calon telah berhasil membelah masyarakat. Untungnya, hal ini tidak berlanjut pada konflik yang lebih serius.
"Aparatus di bidang pertahanan dan Keamanan harus menangkap hal ini sebagai arena kerja yang perlu diperhatikan karena telah disebut secara spesifik oleh Presiden dalam pidatonya,” kata Simon.
Ia menyebut, banyak aspek yang disinggung oleh Presiden, seperti keberhasilan ekonomi, hilirisasi, penegakan hukum dan diplomasi internasional. Semua keberhasilan itu sebagai modal transisi kepemimpinan.
















