Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad (tengah), didampingi para Direktur Ditjen Bimas Islam dalam Konferensi Pers Blissful Mawlid di Jakarta, Jumat (22/8/2025). Foto: Erakini
JAKARTA, (ERAKINI) – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam), Kementerian Agama (Kemenag), akan menggelar serangkaian kegiatan dalam menyambut dan memperingati Maulid Nabi 1447 H/2025. Kegiatan bertajuk Blissful Mawlid 2025 akan digelar pada 23 Agustus hingga 2 Oktober 2025.
Dirjen Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengatakan, Blissful Mawlid 2025 mengangkat tema "Membumikan Shalawat Merawat Jagat”. Agenda Blissful Mawlid 2025 pertama dimulai dengan Mawlid Funwalk yang bertepatan dengan Car Free Day di Jalan MH Thamrin, Jakarta, pada Minggu (24/8/2025).
Funwalk dimulai dari Gedung Kemenag, melewati Bundaran Patung Kuda dan Bundaran HI, lalu kembali ke Gedung Kemenag. Kegiatan ini berlangsung pukul 06.00–09.00 WIB dengan target 1.000 peserta, terdiri atas pegawai Bimas Islam, ormas Islam, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI), Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI), majelis taklim, serta masyarakat umum.
Kegiatan berikutnya adalah Penais Award. Penais Award merupakan ajang penghargaan yang digelar Ditjen Bimas Islam untuk mengapresiasi sekaligus memberi motivasi kepada Penyuluh Agama Islam dalam melakukan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat.
Kegiatan ini digelar pada 23–26 Agustus yang akan diikuti 90 penyuluh dan 250 pendamping daerah. "Ajang ini digelar untuk memberi penghargaan sekaligus motivasi kepada penyuluh agama Islam,” ujar Abu Rokhmad, dalam Konferensi Pers Blissful Mawlid di Jakarta, Jumat (22/8/2025).
Selanjutanya, pada 31 Agustus hingga 3 September, Kemenag akan terlibat dalam menyukseskan Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ) Internasional khusus penyandang disabilitas netra di Jakarta yang digelar Rabithah ‘Alam Islami. Acara ini diagendakan dihadri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi ini menargetkan 250 peserta dari 25 negara sebagai bentuk penghargaan atas ketekunan penghafal Al-Qur’an sekaligus wujud inklusivitas.
Rangkaian berlanjut dengan Nikah Fest pada 4 September di Masjid Istiqlal yang akan diikuti oleh 100 pasangan prasejahtera, termasuk penyandang disabilitas. Nikah Fest diselenggarakan sebagai upaya menyediakan layanan untuk pasangan prasejahtera agar bisa melangsungkan pernikahan yang sah, legal, dan sesuai syariat.
Kegiatan ini juga mendorong pasangan untuk memahami pentingnya pernikahan resmi sesuai dengan syariat agama dan undang-undang yang berlaku, serta menghidupkan nilai-nilai cinta, sakinah, mawaddah, dan rahmah di tengah-tengah masyarakat yang beragam.
“Di hari yang sama, malamnya, Kemenag menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tingkat Kenegaraan di Masjid Istiqlal dengan tema Ekoteologi: Keteladanan Nabi Muhammad SAW untuk Kelestarian Bumi dan Negeri,” jelas Abu.
Selain itu, Kemenag akan menggelar Bincang Syariah Goes to Campus bertema Mawlid for Earth: Sharia & Eco Wisdom. Acara ini akan menjadi ruang dialog antara akademisi, mahasiswa, dan praktisi untuk menggali dimensi ekoteologi dalam
peringatan Maulid Nabi.
Kegiatan ini mengangkat nilai-nilai syariah yang sejalan dengan kearifan ekologis, sekaligus mengajak generasi muda untuk meneladani Rasulullah SAW dalam menjaga bumi dan kehidupan. Kegiatan ini dilaksanakan di tiga lokasi, yakni pada 8 September di Universitas Indonesia (UI) Depok, 15 September di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan 22 September di UIN Alauddin Makassar dengan target 200 mahasiswa.
Kegiatan berikutnya adalah Masjid Travelers. Ini merupakan kegiatan eksplorasi masjid-masjid unik yang mengembangkan misi profetik berupa pemberdayaan umat oleh konten kreator. Kegiatan ini menjadi amplifikasi “Masjid Berdaya
Berdampak” dan misi ASTA PROTAS “Pemberdayaan Ekonomi Umat.”
Melalui Masjid Travelers diharapkan dapat mengisi ruang maya dengan konten positif dan mendorong Gen-Z sadar masjid, ekoteologi, dan pemberdayaan. Program Masjid Travelers on Blissful Mawlid akan berlangsung pada 19–21 September di Semarang dan Yogyakarta, melibatkan 25 konten kreator untuk mengeksplorasi masjid berdaya dan berdampak.
Pada 21 September, Kemenag menggelar Zakat Wakaf (Zawa) Funwalk bertema Berkah Maulid Berdayakan Umat di Jakarta. Zawa Funwalk merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kolaborasi antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Lembaga Amil Zakat (LAZ), dan Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKSPWU), serta untuk mengedukasi zakat dan wakaf di masyarakat. Kegiatan ini menargetkan 500–1.000 peserta dengan suguhan hiburan Islami, talkshow, serta booth edukasi zakat dan wakaf.
Berikut, kegiatan Sakinah Funwalk & GAS Nikah CFD Semarang (Gerakan Sadar Pencatatan Nikah). Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya pencatatan nikah yang sah menurut agama dan negara, sekaligus merespons tren generasi muda seperti childfree, marriage isscary, dan normalisasi kohabitasi. Gerakan ini juga menjadi edukasi dini pencegahan perkawinan anak dalam rangka memperkuat ekosistem keluarga sakinah yang maslahat.
“Di Semarang, Sakinah Funwalk dan Gerakan Sadar Pencatatan Nikah (GAS Nikah) akan digelar pada 28 September di kawasan Simpang Lima. Acara ini menargetkan 1.000 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, santri, orang tua, serta masyarakat umum, dengan menghadirkan Habib Jafar dan Woro Widowati,” terang Abu.
Selanjutnya, Festival MADADA: Masjid Berdaya Berdampak, yang akan digelar pada 29–30 September di Masjid Istiqlal. Festival ini akan menampilkan profil masjid, pameran karya dari sayembara penulisan, serta penyerahan simbolik bantuan Qardh Hasan hasil kolaborasi dengan BAZNAS. Target peserta adalah Imam Masjid Besar dan para Duta Besar Negara Sahabat.
Rangkaian Blissful Mawlid akan ditutup dengan Ngaji Budaya: Haflah Maulid al-Rasul pada 2 Oktober di UIN Walisongo Semarang. Acara ini mengangkat tradisi Maulid Nusantara melalui refleksi budaya dan seni, sebagai ruang dialektika antara agama, budaya, dan identitas kebangsaan.
"Tradisi Maulid Nabi di berbagai daerah merupakan ekspresi spiritual yang sarat pesan kebangsaan dan nilai ekoteologis. Kegiatan ini menjadi ruang dialektika antara budaya, agama, dan identitas keindonesiaan. Melalui refleksi budaya dan pentas seni, diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif atas pentingnya pelestarian tradisi yang membumi dan kontekstual," pungkas Abu.
Berikut Jadwal Lengkap Blissful Mawlid 1447 H/2025:
1. Mawlid Funwalk
Waktu: Minggu 24 Agustus 2025, Pukul 06.00-09.00 WIB.
Lokasi : Lobby Gedung Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
2. Penais Award
Waktu: Sabtu 23 Agustus hingga Selasa 26 Agustus 2025.
Lokasi : Aston Kartika Grogol Hotel.
3. MHQ Internasional Penyandang Disabilitas Netra
Waktu: Minggu 31 Agustus hingga Rabu 3 September 2025.
Lokasi: Pembukaan di Hotel Sahid, Jakarta; dan Penutupan di JCC Jakarta.
4. Nikah Fest
Waktu: Kamis 4 September 2025, Pukul 08:00 WIB hingga selesai.
Lokasi : Masjid Istiqlal, Jakarta.
5. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tingkat Kenegaraan
Waktu: Kamis 4 September 2025, Pukul 19.30 WIB hingga selesai.
Lokasi: Masjid Istiqlal Jakarta.
6. Bincang Syariah Goes to Campus (Mawlid for Earth: Sharia & Eco Wisdom)
Waktu: 8, 15, dan 22 September 2025.
Lokasi: Universitas Indonesia, Depok; UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta; dan
UIN Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan.
7. Masjid Travelers on Blissful Mawlid
Waktu: Jumat-Minggu, 19-21 September 2025.
Lokasi: Eksplor Masjid-Masjid di Semarang dan Yogyakarta.
8. Zawa Funwalk CFD Jakarta (Berkah Maulid Berdayakan Umat)
Waktu: Minggu 21 September 2025, Pukul 05.30-10.00 WIB.
Lokasi : Serambi Bimas Islam (Gedung Kemenag Thamrin), dengan rute Funwalk Gedung Kemenag - Patung Kuda - Bundaran HI.
9. Sakinah Funwalk & GAS Nikah CFD Semarang (Gerakan Sadar Pencatatan Nikah)
Waktu: Minggu 28 Septermber 2025, Pukul 07:00 WIB.
Lokasi : Simpang Lima (Masjid Raya Baiturrahman) Semarang.
10. Festival MADADA (Masjid Berdaya Berdampak)
Waktu: Senin-Selasa, 29-30 September 2025.
Lokasi : Masjid Istiqlal Jakarta.
11. Ngaji Budaya: Haflah Maulid al-Rasul
Waktu: Kamis 2 Oktober 2025, Pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Lokasi: UIN Walisongo Semarang (Auditorium).