Menhan Prabowo Subianto saat memimpin pelepasan bantuan kemanusiaan Palestina melalui Kapal KRI RJW-992 di dermaga Kolinlamil Tanjung Priok Jakarta Utara Kamis, (18/1/2024) pagi. (Foto: Youtube/TNI AL)
JAKARTA, (ERAKINI) - Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto memimpin pelepasan bantuankemanusiaanPalestina melalui Kapal KRI RJW-992 di dermaga Kolinlamil Tanjung Priok Jakarta Utara Kamis, (18/1/2024) pagi.
Adapun bantuan yang dikirimkan berupa, bahan makanan, pakaian, perlengkapan bayi, susu, selimut, tenda lapangan, perlengkapan kebersihan, air mineral, perlengkapan ibadah dan lainnya.
Dalam hal ini, Satgas Muhibah atau Port Visit ke Mesir TA 2024 KRI dr Radjiman Wedyodiningrat-992 milik TNI AL dengan awak kapal yang berjumlah 214 personel diberangkatkan untuk mengirimkan bantuankemanusiaan untuk para korban konflik Gaza.
Atas nama pemerintah Indonesia, Prabowo menyampaikan salam dari Presiden Republik Indonesia, Presiden Joko Widodo.
"Pada hari ini saudara akan berangkat melaksanakan tugas kemanusiaan yaitu menyampaikan bantuan kepada saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah besar, penderitaan besar mendapat serangan bertubi-tubi, yang di luar batas kemanusiaan," kata Prabowo Subianto di dermaga Kolinlamil Tanjung Priok Jakarta Utara, Kamis, (18/1/2024) pagi.
Prabowo menyampaikan selamat bertugas kepada para personel yang akan melewati kawasan laut yang berbahaya yang saat ini sedang berkecamuk perang.
"Kita memiliki solidaritas dan tanggung jawab kemanusiaan dengan saudara-saudara kita di Palestina. Untuk itu saudara harus waspada, saudara harus meyakinkan komandan Satgas dan komandan kapal akan memimpin saudara-saudara dengan sebaik-baiknya," kata Prabowo.
Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan bahwa pemberangkatan Satgas Muhibah/Port Visit ke Mesir sebagai wujud kepedulian TNI terhadap rakyat sipil korban konflik Gaza. Bantuan ini dilakukan TNI dengan mengumpulkan dari seluruh lapisan masyarakat di Indonesia sejak awal November 2023 lalu.
Pelayaran untuk menyalurkan bantuan itu akan mencapai waktu sekitar 52 hari perjalanan dengan tujuan pelabuhan Al Arish di Mesir rute Jakarta menuju Belawan hingga ke Al Arisi. Kemudian akan kembali dengan melintasi Jeddah lalu ke Batam dan kembali lagi ke Jakarta.