Salurkan Bantuan Inkubasi ke 2.079 Pesantren, Kemenag Dorong Kemandirian
Akhmad Baihaqi Arsyad
SURABAYA, (ERAKINI) – Program Kemandirian Pesantren sudah digulirkan Kementerian Agama (Kemenag) sejak tahun 2021. Hal itu ditempuh Kemenag untuk terwujudnya pesantren yang memiliki sumberdaya ekonomi yang kuat dan berkelanjutan, sehingga dapat menjalankan fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat dengan optimal. Hingga tahun ini, sebanyak 2.079 pesantren telah menerima bantuan inkubasi bisnis.
Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki mengajak pimpinan dan pengelola pondok pesantren untuk membangun mindset akan pentingnya pengembangan ekonomi di pesantren. Salah satunya membangun rencana bisnis atau business plan dengan melihat peluang yang ada untuk dijadikan landasan dalam menjalankan bisnis.
Wamenag merinci, pada tahun 2021 sasaran awal penerima bantuan inkubasi sebanyak 105 pesantren. Kemudian pada tahun 2022, naik menjadi 504 Pesantren yang menjadi penerima dan tahun 2023 atau yang sedang berjalan sekarang, ada 1.470 pesantren yang dibantu dalam pengembangan bisnisnya.
“Jadi, jika ditotal dari tahun 2021 hingga 2023 sudah ada 2.079 pesantren yang menerima bantuan inkubasi bisnis," jelas Gus Saiful sapaan akrabnya.

Gus Saiful menegaskan Program Kemandirian Pesantren Kementerian Agama tidak hanya sekedar memberikan bantuan, melainkan juga memberikan pendidikan dan pelatihan dalam pengelolaan bisnis, mulai dari perencanaan bisnis, keuangan, branding, manajemen, dan hingga pengembangan bisnis.
"Kemandirian Pesantren merupakan salah satu program prioritas Kementerian Agama di bawah kepemimpinan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Program ini juga instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo kepada Menteri Agama," ujar Gus Saiful.


















