Hudi Dananjoyo Suryodipuro (49), Vice President (VP) Sekretaris SKK Migas yang tewas dalam kecelakaan sepeda, Selasa (9/12/2025). Foto: Ist
JAKARTA, (ERAKINI) – Seorang pesepada tewas setelah menabrak bus Transjakarta yang berhenti di Halte Karet Sudirman, Jakarta Pusat (Jakpus). Belakangan korban diketahui bernama Hudi Dananjoyo Suryodipuro (49), Vice President (VP) Sekretaris Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
Hal ini diketahui dari unggahan Instagram Story @skkmigasofficial, Selasa (9/12/2025). "Turut berdukacita atas berpulangnya Hudi Dananjoyo Suryodipuro, Vice President Sekretaris SKK Migas. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," tulis Instagram story @skkmigasofficial.
Hudi dilantik menjadi VP Sekretaris SKK Migas pada awal Oktober 2025. Hudi memiliki rekam jejak yang mengesankan di industri hulu migas. Ia dikenal sosok berpengaruh dalam pengelolaan komunikasi dan program strategis di SKK Migas.
Sejak menjabat sebagai VP Sekretaris SKK Migas, Hudi berperan penting dalam mendukung operasional dan tata kelola organisasi. Ia memiliki tanggung jawab yang luas, termasuk koordinasi internal dan pengelolaan hubungan dengan pemangku kepentingan eksternal.
Hudi memiliki pengalaman yang luas di industri hulu migas. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas. Di posisi ini ia bertanggung jawab atas komunikasi publik dan program-program strategis yang sangat penting dalam menjaga citra positif industri hulu migas.
Berdasarkan profil profesionalnya, Hudi tercatat pernah menempuh pendidikan di Pepperdine University. Sebelum aktif di pemerintahan, ia berkarier di sektor migas internasional. Hudi pernah menjabat sebagai Team Leader Human Resources Chevron, posisi strategis yang membentuk kapasitasnya dalam manajemen organisasi energi berskala besar.
Kronologi Kecelakaan
Hudi mengalami kecelakaan di Halte Karet Sudirman, Jakarta Pusat. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani mengatakan, peristiwa nahas itu terjadi pada Selasa pagi sekitar pukul 06.20 WIB.
"Kronologi pada saat sebelum terjadinya kecelakaan lalu lintas seorang pesepeda angin melaju dari arah selatan menuju ke arah utara di Jalan Jenderal Sudirman," kata Ojo.
Setibanya di lokasi kejadian, bus berhenti di halte untuk melayani penumpang Transjakarta yang hendak naik dan turun. "Korban diduga menabrak bodi belakang kendaraan bus listrik Transjakarta NRKB B-7058-SGX yang ada saat itu sedang berhenti untuk pelayanan naik turun penumpang," jelasnya.
Ojo menyebut kecepatan sepeda korban memang cukup kencang, yakni mencapai 30 hingga 40 kilometer per jam. "Kecepatan pesepeda antara 30 sampai dengan 40 kilometer per jam dengan kondisi jalan datar, ramai tapi tidak ada kepadatan," katanya.
Akibat kecelakaan itu, korban mengalami luka pada bagian kepala. Korban kemudian meninggal dunia di lokasi kejadian.