Presiden RI Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD, Jumat 15 Agustus 2025. (Foto: YouTube/Sekretariat Presiden).
JAKARTA, (ERAKINI) – Presiden RIPrabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD, Jumat 15 Agustus 2025. Adapun pidato tersebut akan dilakukan dua kali, pagi dan sore hari.
Dalam pidatonya yang pertama, Prabowo menyinggung soal perilaku korupsi yang ada di institusi dan organisasi pemerintahan hingga membahas soal kebocoran kekayaannegara.
Berikut ini poin-poin Pidato Presiden Prabowo, dilansir dari YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (15/8/2025)!
1. Korupsi Ada di Setiap Institusi dan Organisasi Pemerintahan
Menurut Prabowo, negara perlu ada pengawasan, perlu ada transparansi dalam menjalankan kekuasaan. Ia menyebut bahwa jika ada kekuasaan yang tidak diawasi, maka kekuasaan akan menjadi korup. Kekuasaan yang absolut akan menjadi korup secara absolut.
“Kita paham bahwa korupsi adalah masalah besar di bangsa kita. Perilaku korupsi ada di setiap eselon birokrasi kita, ada di setiap institusi dan organisasi pemerintahan. Perilaku korup ada di BUMN-BUMN kita, ada di BUMD-BUMD kita. Ini bukan fakta yang harus kita tutup-tutupi,” kata Prabowo dalam pidato tersebut.
Setelah 299 hari dirinya memimpin pemerintahan eksekutif, Prabowo menyebut bahwa dirinya semakin mengetahui berapa besar tantangan yang dihadapi. “Berapa besar penyelewengan yang ada di lingkungan pemerintahan kita. Hal ini tidak baik, tapi harus saya laporkan kepada para wakil-wakil rakyat Indonesia,” ujarnya.
2. Prabowo tegaskan berantas korupsi dan penyelewengan di semua lembaga pemerintahan
Prabowo dalam kesempatan itu menyatakan bahwa dalam pidato pelantikan sebagai presiden saat itu, ia menyampaikan bahwa bangsa Indonesia harus berani melihat kekurangan-kekurangan sendiri, harus berani melihat kesalahan-kesalahan kita sendiri, harus berani melihat penyakit-penyakit yang ada di tubuh Indonesia agar kita bisa perbaiki kekurangan-kekurangan tersebut.
“Tanpa mau mengakui, tidak mungkin kita mampu memperbaiki. Saya disumpah untuk melaksanakan perintah Undang-Undang Dasar Republik kita, karena itu saya tidak ada pilihan lain, selain memimpin upaya pemberantasan korupsi dan penyelewengan di semua lembaga eksekutif dan pemerintahan,” katanya.
3. Tahun 2025, Rp300 triliun uang APBN rawan diselewengkan
“Pada awal tahun 2025 ini, kami telah identifikasi dan telah selamatkan Rp300 triliun uang dari APBN yang kami lihat rawan diselewengkan. Di antaranya anggaran perjalanan dinas luar dan dalam negeri yang begitu besar, anggaran alat tulis kantor yang begitu besar dan berbagai anggaran yang selama ini jadi sumber korupsi dan sumber bancaan,” katanya.
Menurutnya, efisiensi yang saat ini dilakukan oleh pemerintahannya, diperintahkan oleh undang-undang dasar, yaitu ayat 4 pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia. “Rp300 triliun kami geser untuk hal-hal yang lebih produktif dan langsung bisa dirasakan rakyat banyak,” katanya.
“Sebagai Presiden Republik Indonesia, saya bertanggung jawab atas pemerintahan eksekutif. Saya berkewajiban menegakkan hukum demi keselamatan bangsa. Saat ini kita menghadapi realita terjadi kebocoran kekayaannegara kita dalam skala yang sangat besar,” katanya.
Ia meminta semua pihak untuk tidak menghabiskan tenaga untuk mencari siapa yang salah. Kita tidak ada waktu, kita tidak punya cukup energi untuk mencari kesalahan orang. “Pemerintah yang saya pimpin harus mengusahakan diri untuk mencari solusi yang tepat dan cepat atas masalah pokok ini. Ibarat sebuah badan kalau darahnya terus mengalir keluar, maka pada satu titik badan itu akan mati. Kalau mengalirnya kekayaan kita ke luar negeri, kita biarkan terus-menerus, kita berpotensi jadi negara gagal,” kata Prabowo.
“Karena itu saya berkewajiban untuk mengambil langkah-langkah yang perlu. Walapun itu sulit dan juga tidak populer bagi pihak-pihak tertentu. Saya harus mengambil langkah-langkah untuk menyelamatkan kekayaan negara agar bisa digunakan untuk kepentingan bangsa kita di hari ini dan di hari esok, untuk kepentingan generasi sekarang dan generasi mendatang,” imbuhnya.
Menurut Prabowo, bangsa Indonesia akan selamat jika semua konsekuen menjalankan blue-printnegara yang dibuat oleh para pendiri bangsa. “Terus terang saya katakan di sini di hadapan saudara-saudara sekalian. Kalau kita konsekuen menjalankan apa yang telah dibuat oleh para pendiri bangsa kita oleh Bung Karno, Bung Hatta, Bung Syahrir, Haji Agus Salim, tokoh-tokoh generasi 45 yaitu rancang-bangun blue printnegara. Bagaimana negara harus dijalankan, yang semua sudah tertuang dalam UUD 1945, saya yakin bangsa kita akan selamat,” ujarnya.