Masjid megah di Panaikang, Makassar, Sulawesi Selatan, yang dibangun dari uang pribadi Mentan Andi Amran Sulaiman. Foto: Ist
JAKARTA, (ERAKINI) — Sebuah masjid megah di Panaikang, Makassar, Sulawesi Selatan, yang dibangun dari uang pribadi Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, kini tinggal selangkah lagi dibuka untuk masyarakat.
Masjid Hajjah Andi Nurhadi tersebut telah mencapai progres pembangunan 98 persen. Kubah utama juga telah terpasang dan tertutup sepenuhnya.
Tim pembangunan kini tengah menuntaskan berbagai pekerjaan akhir, mulai dari interior hingga eksterior.
Masjid yang diproyeksikan menjadi salah satu pusat kegiatan keumatan di kawasan Indonesia Timur itu ditargetkan paling lambat sudah dapat digunakan masyarakat pada 2027.
Humas PT Tiran Grup sekaligus Direktur AAS Foundation, Rezki Mulyadi, mengatakan, pembangunan terus dikebut agar masjid segera dapat dimanfaatkan untuk beribadah dan berbagai kegiatan umat.
"Progres fisik sudah 98 persen dan kubah sudah tertutup sepenuhnya. Saat ini tim fokus pada pekerjaan finishing, baik interior maupun eksterior, agar masjid segera siap digunakan," kata Rezki dalam keterangannya dikutip Kamis (24/9/2026).
Menurut dia, penyelesaian pembangunan menjadi perhatian utama agar masyarakat tidak perlu menunggu lebih lama untuk dapat menggunakan masjid tersebut.
"Kami berupaya maksimal agar umat bisa segera beribadah di masjid ini. Target kami, paling lambat tahun 2027 masjid sudah dapat difungsikan," ujarnya.
Masjid yang mulai dibangun pada Oktober 2023 itu memiliki kapasitas sekitar 20 ribu jemaah. Pengelola menyebut nilai pembangunannya mencapai sekitar Rp1 triliun.
Namun, di balik kemegahan bangunannya, masjid tersebut membawa kisah personal bagi Amran. Nama Hajjah Andi Nurhadi diambil dari nama ibunda Amran.
Bagi Amran, pembangunan masjid itu bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan bagian dari wakaf pribadi yang diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Rezki menegaskan seluruh biaya pembangunan berasal dari dana pribadi Amran dan tidak menggunakan dana sponsor.
"Ini murni wakaf pribadi Bapak Amran untuk umat. Tidak ada satu rupiah pun dana sponsor di dalamnya," katanya.
Peletakan batu pertama Masjid Hajjah Andi Nurhadi dilakukan pada 9 Oktober 2023. Prosesi tersebut dihadiri Wakil Presiden RI periode 2019–2024 Ma'ruf Amin.
Sejak awal, masjid itu dirancang tidak hanya sebagai tempat untuk menunaikan salat. Bangunan tersebut diproyeksikan menjadi pusat kegiatan keumatan sekaligus ruang pengembangan peradaban Islam di kawasan Indonesia Timur.
"Bapak Amran ingin masjid ini hidup dan memberi manfaat luas bagi umat, bukan sekadar bangunan megah," jelas Rezki.
Pembangunan masjid tersebut merupakan bagian dari kegiatan filantropi Amran melalui AAS Foundation.
Yayasan tersebut didirikan setelah Amran menyelesaikan masa jabatan pertamanya sebagai Menteri Pertanian pada 2019 dan kemudian menjalankan berbagai kegiatan sosial untuk masyarakat.
Menurut Rezki, sebagian hasil usaha Amran kemudian disisihkan untuk mendukung pembangunan masjid tersebut.
"Sebagian dari hasil itulah yang beliau wakafkan untuk pembangunan masjid ini," katanya.
Kini, setelah hampir tiga tahun sejak peletakan batu pertama, masjid tersebut tinggal menunggu penyelesaian tahap akhir.
Jika target pembangunan tercapai, pada 2027 masyarakat bukan hanya akan melihat kemegahan bangunan itu, tetapi juga mulai menghidupkannya dengan salat, pengajian, pendidikan, dan berbagai kegiatan keumatan.
Sebab, nilai sebuah masjid pada akhirnya bukan hanya terletak pada besarnya bangunan, melainkan pada seberapa jauh ia hidup di tengah umat dan memberi manfaat bagi banyak orang.