Sannipata Nusantara Umat Buddha Indonesia 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Vesakha Sananda 2570 B.E, diselenggarakan di Jakarta, Jumat (19/6/2026). Foto: Erakini
JAKARTA, (ERAKINI) — Sannipata NusantaraUmat Buddha Indonesia 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Vesakha Sananda 2570 B.E, diselenggarakan di Jakarta, Jumat (19/6/2026). Mengusung tema 'Dharma Menjaga Perdamaian Dunia', kegiatan menjadi energi spiritual memperkuat integrasi nasional.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum penting bagi umat Buddha Indonesia dalam memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, memperkokoh kontribusi sosial keagamaan, serta mendukung program dan Asta Cita Presiden.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa Sannipata Nusantara merupakan forum spiritual yang mempertemukan tokoh-tokoh arif guna menciptakan satu penguatan sinergi yang lebih mendalam. Sehingga tercipta suasana kebatinan masyarakat yang sangat kokoh dan konstruktif.
"Diharapkan dengan Sannipata Nusantara ini akan menciptakan suatu kerakatan nasional, integrasi nasional yang lebih kuat. Apalagi di dalam era global seperti sekarang ini banyak sekali godaan-godaan yang ada di luar yang mempunyai dampak terhadap kegiatan perekonomian dalam negeri kita," ujar Menag.
Menurut Menag, kegiatan spiritual seperti ini memiliki peran penting dalam memperkuat integrasi nasional di tengah tantangan global yang berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
"Kita berharap bahwa dengan simulasi-simulasi spiritual seperti ini, itu bisa memberikan kontribusi untuk terwujudnya kondisi sosial masyarakat yang lebih solid, penuh kebersamaan dalam mengantisipasi tantangan-tantangan yang global seperti sekarang ini yang tidak sedang baik-baik saja," tandasnya.
Menag juga menilai bahwa doa dan kekuatan spiritual seluruh umat beragama di Indonesia turut memberikan energi positif bagi bangsa.
“Mungkin karena doa kekuatan bangsa Indonesia dari berbagai agama, alhamdulillah kondisi semakin membaik. Kita berharap nilai tukar rupiah akan lebih bagus, saham-saham naik, investor lebih banyak masuk, dan integrasi nasional juga semakin terasa,” lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa dinamika dalam kehidupan berbangsa merupakan hal yang wajar, namun tidak boleh berkembang menjadi perpecahan.
“Kehadiran teman-teman Buddha dalam kegiatan yang sangat historis ini diharapkan mampu menciptakan kerukunan bangsa yang sangat konstruktif. Tokoh-tokoh agama yang berkumpul di satu tempat pasti akan membicarakan tentang keutuhan bangsa,” ujarnya.
Dikemas Melalui Pendekatan Budaya
Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Buddha Kementerian Agama Supriyadi mengatakan, tema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia” dikemas melalui pendekatan budaya kreatif dengan menghadirkan drama musikal bertema Lutung Kasarung.
"Kita berharap bahwa dengan adanya cerita ini, hidup orang langsung makin menyadari bahwa kita tidak boleh melihat luarnya, karena ketulusan hati, kenyataan cinta itu yang sejati. Bisa mempertemukan dan bisa menghasilkan pemimpin yang berwibawa, pemimpin yang punya kebijaksanaan," katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan ini dihadiri umat Buddha dari berbagai kementerian, lembaga, organisasi keagamaan, serta komunitas Buddha di Indonesia.
“Ini dihadiri umat Buddha dari berbagai kementerian dan lembaga, baik dalam naungan Permabudhi, Walubi, dan semuanya, dalam rangka bersama-sama mengartikulasikan Dharma dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Supriyadi berharap pertemuan rutin yang membahas nilai-nilai kebaikan dapat melahirkan keputusan dan tindakan yang baik pula bagi masyarakat. “Kalau semua datang dengan pikiran baik dan berbicara dengan baik, maka keputusan yang dihasilkan juga akan baik,” katanya.
Rangkaian kegiatan Vesakha Sananda 2570 B.E. telah berlangsung sejak 1 Mei hingga 17 Juni 2026. Kegiatan tersebut meliputi Sebulan Pendalaman Dhamma, Gerakan Upavasa dan Berdana Paramita, Karya Bakti Bersih Makam Pahlawan, Roadshow Lokakarya Borobudur, donor darah dan pengobatan gratis, Gerakan Eco Enzyme, Indonesia Walk for Peace 2026, Ekoteologi dan Bersih Rumah Ibadah, Pindapata Nasional Gema Waisak 2570 B.E., Tali Asih Anak Yatim dan Piatu, Hening Nusantara Serentak Seluruh Indonesia, Bakti Sosial Kesehatan, Vesak Festival 2026, hingga puncak Perayaan Tri Suci Waisak 2570 B.E. pada 31 Mei 2026.
Dalam rangkaian Sannipata Nusantara juga dilakukan penyerahan Rekor MURI untuk kegiatan Hening Nusantara Serentak Seluruh Indonesia sebagai bentuk partisipasi umat Buddha dalam membangun harmoni bangsa.
Selain itu, pertunjukan drama musikal Lutung Kasarung turut menjadi bagian penting acara dengan menyampaikan pesan-pesan Dhamma tentang kebajikan, ketulusan, kesabaran, pengorbanan, dan kemenangan nilai-nilai kebaikan melalui pendekatan seni budaya.
Acara Sannipata Nusantara dihadiri berbagai unsur kementerian, lembaga negara, institusi pendidikan, organisasi keagamaan, pimpinan majelis Buddha, Bhikkhu Sangha, DPR RI, TNI-Polri, perwakilan pemerintah daerah, aparatur sipil negara beragama Buddha, hingga organisasi masyarakat Buddha tingkat pusat dan daerah.
Supriyadi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya rangkaian Vesakha Sananda 2570 B.E.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, memperkuat kolaborasi antar lembaga, serta meneguhkan kontribusi umat Buddha Indonesia dalam menjaga kerukunan dan perdamaian dunia,” pungkasnya.