Pengamat Sebut Manuver Cak Imin Ancam Prabowo dan Ganjar di Kantong Suara NU
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI)-Manuver Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang tiba-tiba saja bergabung dengan Partai NasDem menggegerkan perpolitikan nasional. PKB yang sebelumnya bergabung dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya atau koalisi Indonesia Maju bersama Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Bulan Bintang (PBB) mengaku tidak mendapatkan kepastian terkait calon wakil presiden Prabowo Subianto.
Tawaran kerjasama politik Partai NasDem kepada PKB dianggap sebagai upaya untuk merealisasikan cita-cita PKB yang ‘kekeuh’ ingin memasangkan sang ketua umum dengan bakal calon presiden di Pilpres 2024. Dengan mempertimbangkan kepentingan politik, PKB menyambut baik tawaran NasDem yang mengajak kerjasama serta memasangkan Anies Baswedan dan Cak Imin sebagai calon presiden dan calon wakil presiden di Pilpres 2024.
Lalu bagaimana dampak dari manuver Cak Imin tersebut?
Pengamat Komunikasi Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Nyarwi Ahmad, mengatakan, wacana duet Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di Pilpres 2024 berpotensi membuat elektabilitas Anies Baswedan naik, terutama di Jawa Timur dan Jawa Tengah sebagai basis PKB. Menurut Nyarwi, selama ini elektabilitas Baswedan di sejumlah lembaga survei terlihat stagnan.

















