Megawati Sebut Ketergantungan Nasi Jadi Penyebab Meningkatnya Diabetes
Abdul Rahman Ahdori






"Beberapa pekan terakhir ini, Indonesia telah merasakannya, dihadapkan pada persoalan kenaikan harga beras dan kebutuhan pokok lainnya. Kalau kembali dilihat karena kita ternyata tergantung sekali dalam kehidupan kita untuk mengonsumsi beras," ujar Megawati saat menyampaikan pidato politik pada Rakernas IV PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (29/9/2023).
Ketua Dewan Pengarah BRIN ini lalu mengutip data yang menyebut tingkat konsumsi beras masyarakat Indonesia melebihi angka yang layak.
"Tingkat konsumsi beras per kapita sebesar 96 kilogram dan itu ternyata tertinggi di dunia. Sementara sebenarnya konsumsi beras yang sehat adalah 65 kilogram per orang per tahun," tuturnya.
Ketergantungan kepada beras dan nasi di Indonesia termasuk masalah yang saat ini terus disorot usai meningkatnya pengidap diabetes. Berdasarkan laporan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), Indonesia jadi negara dengan konsumsi beras global terbesar keempat di dunia yang konsumsinya mencapai 35,3 juta metrik ton pada periode 2022/2023.
Angka volume konsumsi beras tersebut konsisten dari konsumsi masyarakat Indonesia pada periode sebelumnya, kata dia.
Karenanya, Megawati selaku pimpinan Partai Politik di Indonesia merasa khawatir akan hal ini. Megawati meyakini konsumsi beras yang sangat tinggi menyebabkan tingginya angka masyarakat Indonesia terkena penyakit diabetes.
"Tingginya konsumsi beras membawa implikasi terhadap kesehatan, seperti penyakit-penyakit termasuk yang sangat, sekarang menuju penyakit mungkin yang cukup masuk tertinggi adalah sakit gula atau diabetes," tuturnya.
Kendati demikian, salah satu solusi mengatasi permasalahan ini adalah penganekaragaman pangan masyarakat Indonesia. Padahal, banyak sumber pangan di Indonesia selain beras.
"Pada gilirannya, rendahnya diversifikasi pangan akan menjadi beban nasional kita," pungkasnya.

