Tangkapan layar Presiden Joko Widodo ketika menyampaikan sambutan dalam Pembukaan Jambore Nasional Dai Desa Madani Parmusi 2023 di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (26/9/2023). (Foto: Antara/Yashinta Difa)
JAKARTA, (ERAKINI) - Dalam momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 Hijriah, Kamis (28/9/2023) Presiden RIJoko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, kehidupan Rasulullah adalah suri teladan bagi segenap umat.
“Kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah rahmat. Kehidupannya adalah suri teladan bagi segenap umat,” kata Presiden Jokowi dalam keterangan di akun resminya di Instagram @jokowi dikutip di Jakarta, Kamis (28/9/2023).
Presiden Jokowi, dalam unggahannya itu, mengucapkan selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1445 Hijriah.
Dalam momentum Maulid Nabi ini, Jokowi mengajak masyarakat menjadikan hidup lebih bermanfaat dengan mengingat segala ajaran dan sunah Nabi Muhammad SAW.
“Dengan mengingat segala ajaran dan sunahnya, mari menjadikan hidup kita lebih bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan dunia,” kata Jokowi.
Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas mengatkan, momentum Maulid Nabi selalu mengingatkan dirinya pada kebaikan dan rasa kemanusiaan Rasulullah. Sehingga, Menag Yaqut mengajak semua Umat Islam untuk belajar dan meneladani kebaikan dan kemanusiaan Rasulullah pada momentum ini.
"Rasulullah adalah teladan dalam bicara dan bersikap. Rasulullah menjadi contoh dalam kebaikan dan kemanusiaan. Maulid menjadi momentum kita bersama memahami perjalanan hidup, sekaligus belajar dari kebaikan dan rasa kemanusiaan Rasulullah,” kata Menag Yaqut di Jakarta, Kamis (28/9/2023).
Kebaikan dan kemanusiaan Rasulullah itu, kata Menag Yaqut, antara lain tercermin dalam dialog antara Rasulullah SAW dengan istrinya, Siti Khadijah. Dialog itu terekam dalam hadits Sahih Bukhari yang diriwayatkan dari Ibnu Syihab dari Urwah bin Az Zubair dari Aisyah.
Hadits ini menjelaskan tentang permulaan turunnya wahyu. Diriwayatkan setelah menerima wahyu pertama di Gua Hira’, Nabi Muhammad SAW segera pulang menemui Khadijah binti Khuwailid RA lalu minta diselimuti.
Khadijah lalu menyelimuti suaminya, hingga Rasulullah tenang dan bercerita tentang apa yang baru dialaminya (menerima wahyu pertama).
Dalam ceritanya, Rasulullah mengatakan ke Khadijah bahwa dirinya merasa takut atas kejadian yang baru menimpanya.
Khadijah menjawab “Tidak, sekali-kali tidak, demi Allah, Allah tidak akan menghinakan engkau selamanya, karena engkau penyambung silaturahmi, membantu yang memerlukan, meringankan orang yang tidak berpunya, memuliakan tamu, dan menolong untuk kebenaran.”
Dialog dalam riwayat tersebut, kata Menag, mencerminkan bahwa Rasulullah bahkan sudah dikenal baik dan memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi oleh masyarakat Quraisy, sejak sebelum diangkat menjadi utusan Allah SWT.
"Mari, jadikan momentum Maulid ini antara lain untuk meneladani sosok Nabi yang suka menyambung silaturahmi, membantu yang memerlukan, meringankan orang yang tidak berpunya, memuliakan tamu, serta menolong untuk kebenaran," pesan Menag Yaqut.