Pengumuman tersebut menjadi bagian penting dari pertemuan bilateral yang berlangsung hangat dan penuh semangat kemitraan antara Indonesia dan PEA, serta mencerminkan kesamaan visi dalam memperkuat kerja sama ekonomi, ketahanan pangan, transisi energi, keamanan, dan nilai-nilai keagamaan.
Pertemuan ini juga menjadi tonggak baru dalam hubungan diplomatik kedua negara yang telah terjalin erat selama lebih dari empat dekade.
Kedelapan dokumen tersebut terdiri atas empat kerja sama antar-pemerintah (government to government/G-to-G) dan empat kerja sama antarpelaku usaha (business to business/B-to-B).
Empat MoU G-to-G yang disepakati, meliputi:
1. Pernyataan Kehendak antara Kementerian Luar Negeri PEA dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI tentang Kemitraan Alam dan Iklim
2. Protokol Perubahan Kedua Memorandum Saling Pengertian antara Pemerintah RI dan Pemerintah PEA tentang Kerja Sama Kelautan dan Perikanan
3. Memorandum Saling Pengertian antara Kementerian Dalam Negeri PEA dan Kepolisian Negara Republik Indonesia tentang Kerja Sama Keamanan dan Penanggulangan Terorisme
4. Memorandum Saling Pengertian antara Kementerian Agama RI dengan Otoritas Umum Bidang Islam, Wakaf, dan Zakat PEA tentang Kerja Sama di Bidang Islam dan Wakaf.
Sementara itu, empat kesepakatan B-to-B yang disepakati, yakni:
1. Memorandum Saling Pengertian antara Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI, dengan Al-Ain Farms for Livestock Production PEA tentang Investasi Produksi Susu
2. Nota Kesepahaman antara Ninety Degree General Trading LLC dan PT Pindad
3. Kesepakatan Prinsip terkait dengan Penambahan Kapasitas Pembangkit Tenaga Listrik Surya Fotovoltaik Cirata
4. Memorandum Saling Pengertian antara PT PLN (Persero) dan Abu Dhabi Future Energy Company PJSC - MASDAR tentang Rencana Pengembangan PLTS Terapung Jatigede 100 MW.
Dalam pertemuan itu, Prabowo dan MBZ juga membahas berbagai isu strategis, termasuk upaya menciptakan perdamaian di kawasan Timur Tengah, khususnya situasi konflik di Gaza.
Dalam keterangan persnya kepada awak media, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa dirinya secara khusus berkonsultasi dengan Presiden MBZ mengenai dinamika geopolitik terkini di kawasan.
Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya dialog antarnegara untuk mencari jalan keluar damai atas konflik yang terus berkepanjangan.
"Saya konsultasi tentunya dengan berbagai perkembangan geopolitik. Kita ingin mendapat masukan, pemikiran-pemikiran, pandangan-pandangan para pemimpin di kawasan ini. Tentunya kita semua berpikir bagaimana kita bisa membantu penyelesaian masalah konflik di kawasan ini, di Gaza, dan sekitarnya," ujar Prabowo.
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia terus berkomitmen untuk menciptakan solusi damai melalui pendekatan diplomatik. Oleh karena itu, komunikasi dan konsultasi intensif dengan para pemimpin dunia menjadi sangat penting.
"Kita ingin mencari upaya-upaya perdamaian, dan untuk itu kita harus saling konsultasi untuk dapat masukan yang lebih baik," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengungkapkan bahwa Presiden MBZ turut menyampaikan niatnya untuk kembali berkunjung ke Indonesia. Presiden Prabowo pun menyambut baik rencana kunjungan tersebut.
"Beliau mengatakan beliau ingin ke Jakarta, saya bilang setiap saat kita terima dengan baik," tutur Presiden.
Usai lawatan di Abu Dhabi, Presiden Prabowo Subianto melanjutkan rangkaian kunjungannya ke Ankara, Turki. Kepala Negara bersama rombongan terbatas lepas landas dari Presidential Flight, Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab (PEA), sekitar pukul 15.30 waktu setempat.
Turut melepas keberangkatan Presiden Prabowo adalah Menteri Energi dan Infrastruktur PEA Suhail Mohamed Al Mazrouei, Duta Besar PEA untuk Indonesia Abdullah Salem AlDhaheri, Duta Besar Indonesia untuk PEA Husin Bagis, dan Atase Pertahanan KBRI Abu Dhabi Brigjen TNI Muhammad Irawadi.
Selama di Abu Dhabi, Presiden Prabowo telah melakukan pertemuan dengan Presiden PEA Mohamed bin Zayed Al Nahyan di Istana Qasr Al Shatie. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin juga menyaksikan pengumuman delapan dokumen MoU dan LoI yang telah ditandatangani dan disepakati kedua negara.
Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam penerbangan menuju Ankara adalah Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.