Kondisi rumah warga terdampak angin kencang di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (5/10/2025). (Foto: BPBD Kabupaten Sukabumi).
JAKARTA, (ERAKINI) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Selasa (7/10/2025) pagi pukul 07.00 WIB, sejumlah kejadian bencana terutama cuaca ekstrem menimpa beberapa daerah di Jawa Barat dan Jawa Timur. Sementara bencana dan lahan () juga turut melanda wilayah Aceh.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. Sebagaimana dilansir dari laman resmi BNPB, berikut ini rinciannya!
- Sukabumi, Kecamatan Bojonggenteng (5 Oktober 2025)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melaporkan 54 unit rumah rusak dan satu fasilitas ibadah terdampak hujan lebat disertai angin kencang. Warga dan BPBD kini tengah membersihkan puing‑puing dan mempersiapkan perbaikan rumah terdampak.
- Kabupaten Bandung, Kecamatan Bojongsoang (5 Oktober 2025)
Sebanyak 55 unit rumah mengalami kerusakan sedang, dan 236 jiwa terdampak. Satu orang dilaporkan luka ringan dan dilarikan ke Rumah Sakit Welas Asih. BPBD Bandung turut memotong cabang pohon yang membahayakan.
- Kabupaten Jember (6 Oktober 2025) Bencana angin kencang melanda 10 kecamatan. Data BPBD Jember menunjukkan satu rumah rusak sedang, sembilan rumah rusak ringan, dua dapur roboh, satu kantor kelurahan terdampak, dan tujuh pohon tumbang yang menghalangi jalan warga.
Petugas telah mendistribusikan bantuan logistik dan membersihkan material pohon tumbang. Pada Selasa (7/10/2025), akses jalan telah berhasil dipulihkan.
Di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, kebakaran lahan terjadi pada Senin (6/10), membakar sekitar dua hektar area. Tim pemadam dari BPBD didukung satu unit mobil pemadam dan alat berat (Alkon). Api berhasil dijinakkan dalam kurun waktu kurang dari tiga jam, dan situasi kembali kondusif. Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.
Menanggapi rangkaian bencana ini, BNPB mengimbau agar masyarakat dan pemerintah daerah menjaga kebersihan dan keamanan pepohonan, memotong dahan-dahan yang rapuh atau rawan roboh. Selain itu, juga memeriksa kondisi struktur rumah, terutama yang sudah tua atau rusak.
Kemudian, BNPB juga mengimbau agar masyarakat menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, obat-obatan, dan kebutuhan mendesak serta memantau informasi dan instruksi resmi dari instansi terkait seperti BMKG dan BPBD.