BNPB Gagas Satgas Pengendalian Karhutla di Jawa
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan perlunya membentuk satuan tugas (Satgas) pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk sejumlah provinsi di Jawa. Karena melihat tren kejadian karhutla pada 2019 dan 2023 peningkatan fenomena El Nino, paling tinggi terjadi di Pulau Jawa.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam Disaster Briefing daring di Jakarta, Senin (11/9/2023).
Abdul Muhari mengatakan bahwa pemerintah selama ini memberikan atensi pencegahan karhutla pada 6 provinsi seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Namun, melihat fenomena saat ini, Riau dan Jambi masih relatif terdapat hujan.
"Tapi mungkin yang perlu kita pelajari di sini bahwa provinsi di Jawa pun perlu membentuk satgas pengendalian karhutla," Abdul Muhari.
Menurutnya, Provinsi Jawa Timur menyumbang kejadian karhutla paling tinggi, disusul Jawa Tengah dan Jawa Barat. Jawa Timur dan Jawa Tengah, secara historis harus mendapat atensi lebih karena banyaknya pada rumput serta taman nasional dimana terdapat padang sabana.
Meskipun wilayah tersebut bukan mayoritas lahan gambut, kata dia, namun dampak kebakarannya bisa sangat masif dan eskalatif. Sehingga Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan agar satgas darat dapat ditempatkan di lokasi rawan seperti taman nasional, maupun daerah yang wilayah sabananya cukup dominan.
Dia mencontohkan kebakaran di kawasan Bromo, Jawa Timur, menyebar sangat luas, dan dalam hitungan jam, sudah puluhan hektar terbakar. Hal ini justru berbeda jika kebakaran terjadi di lahan gambut dimana api masih bisa dicegah dari sekat-sekat selokan air.














