Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah. Foto: Dok
JAKARTA, (ERAKINI) — Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengimbau warga negara Indonesia (WNI) meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya ancaman keamanan di Arab Saudi akibat serangan yang diduga dilakukan kelompok Houthi dari Yaman.
Direktur Pelindungan RI Heni Hamidah mengatakan, otoritas telah beberapa kali mengeluarkan peringatan potensi bahaya keamanan di sejumlah wilayah, termasuk , Jeddah, dan Taif.
"Perwakilan RI di Arab Saudi mengimbau WNI untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi resmi Arab Saudi," kata Heni dalam pernyataan resminya, Rabu (16/9/2026).
Imbauan tersebut disampaikan setelah otoritas Arab Saudi mengeluarkan peringatan keamanan pada Selasa (15/9). Masyarakat diminta tetap berada di dalam ruangan, menghindari area terbuka dan kerumunan, serta mengikuti arahan resmi pemerintah.
Dinas Pertahanan Sipil Arab Saudi kemudian menyatakan situasi bahaya telah berakhir. Masyarakat diperbolehkan kembali beraktivitas seperti biasa dengan tetap memperhatikan instruksi otoritas setempat.
Dalam keadaan darurat, WNI di Arab Saudi dapat menghubungi:
- KBRI Riyadh: +966 569173990
- KJRI Jeddah: +966 50 360 9667
Cegat Drone Masuk Makkah
Di tengah imbauan keamanan tersebut, juru bicara resmi Koalisi untuk Pemulihan Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Malki, menyatakan pasukan pertahanan udara Arab Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah pesawat nirawak atau drone yang diduga diluncurkan kelompok Houthi.
Drone tersebut disebut hendak memasuki wilayah udara Kota Makkah pada Selasa malam.
"Pada Selasa malam, 15 September 2026, pukul 18.50 waktu setempat, Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah drone musuh yang diluncurkan oleh milisi Houthi teroris, sebelum memasuki wilayah udara terlarang di Kota Suci Makkah," kata Al-Malki, sebagaimana dilaporkan kantor berita Arab Saudi, SPA.
Menurut keterangan tersebut, drone dicegat di bagian selatan Makkah. Al-Malki menyebut insiden itu sebagai upaya kedua untuk menargetkan Makkah, setelah serangan menggunakan rudal balistik pada 27 Juli 2017.
Namun, klaim tersebut dibantah pihak Houthi. Gerakan Ansar Allah, yang juga dikenal sebagai Houthi, menyatakan tidak menimbulkan ancaman terhadap Makkah maupun tempat-tempat suci Islam lainnya di Arab Saudi.
"Kami dengan tegas membantah adanya ancaman apa pun dari Yaman terhadap kota suci Makkah maupun situs suci lainnya," kata seorang sumber militer yang dikutip kantor berita Saba, media yang dikelola Houthi, Selasa (15/9).
Sumber tersebut menuding peringatan yang disampaikan Arab Saudi sebagai rekayasa, tipu daya, dan disinformasi.
Hingga kini, keterangan mengenai insiden drone tersebut masih berasal dari klaim pihak-pihak yang berseberangan. Kondisi keamanan di sejumlah wilayah Arab Saudi tetap menjadi perhatian. Sementara Perwakilan RI terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat.