Trump Sebut Bakal Hukum Iran atas Serangan Houthi ke Kapal Tanker Saudi
Akhmad Baihaqi Arsyad
DUBAI, (ERAKINI) - Konflik di Timur Tengah kembali memasuki fase yang lebih berbahaya setelah kelompok Houthi di Yaman mengklaim menyerang dua kapal tanker minyak milik Arab Saudi di Laut Merah. Insiden tersebut memicu respons keras dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berjanji akan menjatuhkan "hukuman militer berat" kepada Iran apabila serangan serupa kembali terjadi.
Pernyataan Trump menandai semakin meluasnya ketegangan di kawasan. Setelah Selat Hormuz menjadi pusat konflik, kini Laut Merah juga berubah menjadi titik panas baru yang mengancam jalur pelayaran energi dunia.
Dalam pernyataannya melalui platform Truth Social, Trump menegaskan bahwa Washington akan menganggap setiap aksi Houthi sebagai tanggung jawab langsung Teheran karena kelompok tersebut dinilai merupakan proksi Iran. "Jika mereka melakukan ini lagi, AS akan meminta pertanggungjawaban Iran, mengingat Houthi adalah pihak pengganti (surrogate) dan/atau proksi Iran, dan hukuman militer berat akan dijatuhkan kepada Iran dan, tentu saja, kepada Houthi sendiri," tulis Trump.
Kepada Axios, Trump juga mengungkapkan bahwa dirinya tengah mempertimbangkan dimulainya kembali operasi militer berskala besar terhadap Iran. "Mereka belum cukup merasakan dampak kerasnya," ujar Trump sebagaimana dikutip Axios.
Serangan ke Kapal Tanker Saudi


















