Menag Minta Panitia Haji Indonesia Siapkan Mitigasi Kepadatan di Muzdalifah
Fajar WH
MAKKAH, (ERAKINI) - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memberi perhatian khusus terhadap potensi kepadatan jemaah haji di Muzdalifah. Karenanya, Menteri Yaqut meminta disiapkan mitigasi meski ada skema melintas (murur) di Muzdalifah.
“In case, kita tidak tahu apa yang terjadi ya, terjadi kepadatan seperti tahun lalu, yang baru tengah hari baru evakuasi jemaah, apa kira-kira, yang akan dilakukan?”ujar Menag saat berbincang dengan pihak masyariq di sela-sela peninjauan Muzdalifah, Selasa (11/6/2024) sore.
Kasatops Armuzna PPIH Arab Saudi, Kolonel Harun Arrasid yang ikut mendampingi Menag, memberikan tanggapan. Kata Harun, apabila terjadi kepadatan di Muzdalifah, pihaknya akan menerapkan percepatan pemberangkatan dari Arafah ke Mina.
“Jika memang kondisi stuck, maka kami akan koordinasi dengan PIC di Arafah untuk mempercepat proses keberangkatan jemaah dari Arafah ke Mina. Kalau memungkinkan murur semua,” ujarnya.
Amin Indragiri dari masyariq mengatakan, murur di muzdalifah bisa saja dilakukan, namun itu tergantung keputusan pemerintah Indonesia.
Kepada media, Menag menunjukkan lokasi pembangunan toilet baru di Muzdalifah yang memakan lahan hingga 2 hektare. Pembangunan toilet baru itu akan berimbas pada luas lahan yang ditempati jemaah. Apabila tahun lalu lahan per jemaah sekitar 54 cm, saat ini hanya 29 cm apabila semua jemaah Indonesia dimasukkan ke Muzdalifah.
“Tentu saja dengan luas ini tidak memungkinkan jemaah bisa nyaman untuk mabit. Maka kami ambil skema murur,” kata dia.
Gus Men, sapaan Yaqut menyatakan untuk penerapan skema murur ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan ulama dan ormas Islam.

















