Kampanye di Jakarta, Artis Uya Kuya Diamuk Ketua RT sampai Banting dan Lempar Kursi
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) - Presenter Uya Kuya mengaku mengalami kejadian tidak menyenangkan dari seorang Ketua RT. Peristiwa itu terjadi saat artis yang mencalonkan sebagai anggota DPR tersebut sedang berkampanye di daerah pemilihannya kawasan Jakarta.
"Waktu gue mengunjungi satu RT untuk sosialisasi kampanye, di mana izinnya lengkap, dari Panwaslu, Polres, semua lengkap, wilayah lengkap, tiba-tiba pas warganya kumpul, enggak tahu kenapa, RT nya ngamuk-ngamuk, ngebanting kursi, ngelempar kursi," ujar Uya Kuya di akun TikToknya, Kamis (18/1/2024).
Hanya, bapak dua anak itu tidak membeberkan lokasi tepatnya ia mendapat perlakuan tidak menyenangkan tersebut. Akan tetapi, suami dari Astrid Kuya ini diketahui merupakan caleg Dapil DKI Jakarta II. Dapil ini mencakup Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan luar negeri.
Pemilik nama asli Surya Utama ini mengaku sebelum berkampanye sudah terlebih dulu mengantongi izin. Namun, sesampainya di lokasi ia mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari Ketua RT setempat.
Tidak hanya Uya yang menjadi sasaran amuk Ketua RT tersebut, tetapi juga karyawan perempuannya. Bahkan, alat peraga kampanye miliknya juga dihancurkan oleh orang yang disebut sebagai Ketua RT tersebut.
"Tim gue dikatain bang***, cewek nggak benar, APK gue dirobek dan diinjak-injak," lanjut Uya..
Uya yang tidak ingin ribut lalu pergi dan memilih berkampanye di RT sebelah. Hanya, caleg dari PAN ini bingung dengan tindakan dari Ketua RT tersebut.
"Saya nggak mau berdebat, akhirnya saya bubar," kata Uya Kuya. "Pindah ke RT sebelah dan malah difasilitasi," sambung artis 48 tahun ini.
Ia menduga bahwa Ketua RT tersebut berafiliasi dengan caleg lain. Sehingga, sang Ketua RT tidak mau menerima dirinya untuk hadir dan melakukan kampanye di daerah tersebut.
"Pertanyaan saya adalah, boleh kah seorang RT berlaku seperti itu? Ngomong kasar? APK saya dirobek, diinjak-injak. Herannya, disitu ada caleg sebelumnya yang aman-aman aja," katanya.
Buat Uya Kuya, semisal ketua RT tersebut telah berafiliasi dengan salah satu caleg, ia tidak boleh menyudutkan orang lain. Apalagi sampai melarang warganya untuk mempunyai pilihan lain.
"Terserah sih kalau ada yang terafiliasi dengan caleg lain, tapi tidak boleh melarang untuk ketemu kita," pungkasnya.


















