Jemaah Dilarang Tinggalkan Tenda saat Berada di Mina
Fajar WH
MAKKAH, (ERAKINI) - Kepala Satuan Tugas (Satgas) Arafah, Ali Machzumi melarang jemaah haji meninggalkan tenda-tenda saat jamarat nanti.
Para jemaah haji Indonesia diharap tetap menempati tenda-tenda yang telah disediakan Petugas Penyelenggaran Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi saat .
Sebab, jika mereka meninggalkan tenda akan berpotensi mengambil jatah tempat jemaah asal negara lain.
"Jemaah haji diharapkan hanya menempati tenda-tenda di Mina yang telah disiapkan maktab atau masyarik," kata Ali, Rabu (12/6/2024).
Ali menjelaskan penempatan tenda-tenda jemaah haji Indonesia telah ditentukan oleh Kerajaan Arab Saudi. Sehingga diharapkan tetap berada di tendanya.
"Sehingga jemaah haji saat di Arafah (dan Mina) tetap menempati tenda atau maktab yang telah ditentukan," kata Ali.
Ali bilang bagi jemaah haji yang masuk dalam kategori resiko tinggi (risti), lansia dan disabilitas telah dibuatkan skema tersendiri.
"Sehingga jemaah yang risti, lansia akan ada safari wukuf dan akan ditempatkan di hotel sehingga memudahkan nanti ke Mina nanti," kata Ali.
Melempar jumroh menjadi salah satu rangkaian kegiatan puncak ibadah haji. Saat pelaksanaannya, jemaah haji harus berjalan dari tenda di Mina menuju jamarat untuk melempar jumroh dengan jarak 3-5 kilo meter.

















