Presiden Jokowi berjabat tangan dengan Fahri Hamzah disaksikan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Baca artikel detiknews, "Respons Fahri Hamzah Usai Bahlil Bilang ke Jokowi soal Bakal Masuk Golkar" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-7553669/respons-fahri-hamzah-usai-bahlil-bilang-ke-jokowi-soal-bakal-masuk-golkar.
Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/
JAKARTA, (ERAKINI) - Partai Golkar menyiapkan karpet merah bagi Fahri Hamzah untuk bergabung dengan partai Beringin. Apalagi hubungan Fahri Hamzah dengan semakin mesra.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan, partainya menyambut secara terbuka jika Fahri Hamzah bergabung ke partainya. Golkar siap menggelar karpet merah menyamput mantan Wakil Ketua DPR RI itu.
"Ya kita ini kan sesama aktivis parpol ya, yang setiap saat selalu berkesempatan berinteraksi satu dengan yang lain. Bung Fahri selama ini juga kerap kali berinteraksi dengan kita-kita, apalagi Bung Fahri pernah jadi pimpinan DPR RI yang cukup vokal," kata Ace dalam keterangannya dikutip, Rabu (25/9/2024).
Menurut Ace, hubungan Golkar dengan Fahri Hamzah cukup dekat sejak Pemilu 2024. Sebab Partai Gelora satu gerbong dengan Golkar untuk memenangkan pasangan Prabowo-Gibran.
"Sebagai sesame (pengusung Prabowo-Gibran), terutama dalam konteks pemilihan presiden Prabowo-Gibran, kita cukup intensif berdiskusi dengan Pak Fahri," katanya.
Diketahui, hubungan Presiden Jokowi dan Fahri Hamzah belakangan semakin mesra dan menjadi sorotan. Pasalnya, dulunya mereka dikenal berseberangan.
Kemesraaan keduanya terlihat saat Presiden Jokowi mengajak Fahri Hamzah dalam kunjungan kerja meresmikan smelter ke Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Senin (23/9) lalu.
Jokowi mengungkapkan alasannya mengajak Fahri Hamzah karena mantan politikus PKS itu merupakan tokoh daerah. “Pak Fahri Hamzah itu berasal dari Sumbawa. Karena daerahnya di Sumbawa, saya ajak tadi,” sebut Jokowi.
Deputi Protokol dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana menambahkan bahwa Jokowi ingin mendapat masukan dari tokoh asal tentang pembangunan di daerah. Fahri Hamzah juga diundang oleh perusahaan pemilik smelter yang diresmikan Presiden Jokowi.
"Sewaktu pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat, beliau (Fahri) sangat mendorong program hilirisasi," ucap Yusuf.
Hal menarik lainnya, pada kesempatan itu Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Fahri Hamzah akan bergabung dengan partainya. Hal itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu saat menyampaikan sambutan.
"Khusus kepada tokoh nasional asal NTB, Pak Fahri Hamzah, coba dulu Pak, Pak Fahri sekarang rencana mau masuk Partai Golkar. Tadi sudah negosiasi, makanya tadi kita datang ke Amman baju sudah kuning-kuning," kata Bahlil.
Mendengar hal itu, Fahri menilai ucapan Bahlil sebagai gurauan di depan Jokowi. Fahri mengatakan Bahlil memang memiliki selera humor yang tinggi.
"Anda harus mulai kenal baik Pak Bahlil. Beliau pemimpin masa depan dari timur. Rasa humornya tinggi," ujar Fahri.
Sosok Fahri Hamzah memang cukup menarik perhatian publik mengingat saat duduk di DPR RI dan politikus PKS, ia dikenal vokal mengkritik keras Jokowi.
Namun, semenjak menjabat Wakil Ketua Umum Partai Gelora, kritikan Fahri Hamzah ke Jokowi nyaris tak terdengar. Fahri dalam sebuah kesempatan mengaku alasannya kini tak lagi vokal kepada pemerintah karena tidak lagi menjabat anggota DPR RI.
Sebab, jika masih menjadi anggota DPR RI ia memiliki imunitas (kekebalan hukum) menyampaikan kritik kepada pemerintah. Sebab setiap anggota DPR RI dilindungi undang-undang untuk bersuara. Beda dengan statusnya yang sekarang.