Ngeri! Hanya 17 Menit, Sindikat Ini Gasak Rp204 Miliar dari Rekening Dormant
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) – Bareskrim Polri membongkar sindikat pembobolan rekening dormant (pasif) dengan total kerugian mencapai Rp204 miliar. Tak hanya membobol dana, sindikat ini bahkan merencanakan penculikan dan pembunuhan terhadap seorang kepala cabang bank sebagai bagian dari modus operandi mereka.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol Helfi Assegaf mengungkapkan bahwa sindikat ini mengaku sebagai Satgas Perampasan Aset dari sebuah kementerian. Mereka mulai beraksi sejak Juni 2025 dengan mengincar rekening dormant milik bank BUMN di Jawa Barat.
Sembilan tersangka yakni kelompok karyawan bank masing-masing AP (50), Kepala Cabang Pembantu, dan GRH (43), dan consumer relations manager.
Lalu, kelompok eksekutor pembobol rekening masing-masing C (41), DR (44), NAT (36), R (51), dan TT (38). Terakhir kelompok pencucian uang, yakni DH (39) dan IS (60).
Selain itu, satu tersangka berinisial D masih dalam pengejaran. Dua tersangka yakni C alias Ken dan DH juga terlibat dalam kasus pembunuhan Kepala Cabang Bank BRI Cempaka Putih, Jakarta.
Helfi menjelaskan, jaringan pelaku memaksa Kepala Cabang Pembantu (KCP) menyerahkan user ID aplikasi core banking milik teller dan kepala cabang. Jika menolak, KCP dan keluarganya diancam akan dibunuh.
“Jaringan sindikat ini memaksa kepala cabang menyerahkan user ID aplikasi core banking. Apabila tidak, maka keselamatan dirinya dan keluarganya terancam,” tegas Helfi, Kamis (25/9/2026).
















