Standar Kompetensi Marbot Disiapkan Kemenag, Dorong Masjid Ramah dan Profesional
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) – Kementerian Agama (Kemenag) RI saat ini tengah menyiapkan rancangan standar kompetensi marbot masjid. Hal ini disampaikan oleh Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah (Urais Binsyar), Arsad Hidayat saat membuka Temu Nasional Marbot Masjid Indonesia di Jakarta, Senin (24/11/2024).
Arsad menjelaskan, standar ini dirancang agar marbot tidak hanya bertugas menjaga kebersihan masjid, tetapi juga memiliki kompetensi ibadah, fikih, operasional teknologi masjid, manajerial, serta kemampuan sosial dan digital.
“Ke depan, marbot bukan sekadar pembersih masjid. Marbot harus mampu menjadi badal imam dan badal khatib ketika diperlukan. Itu artinya kompetensi ibadah, bacaan Al-Qur’an, dan pengetahuan mereka harus teruji,” ujarnya di hadapan puluhan marbot dari berbagai daerah.
Dalam kesempatan itu Arsad menekankan pentingnya kompetensi fikih, terutama terkait taharah dan penanganan najis. Hal ini, katanya, menjadi dasar utama agar masjid selalu layak digunakan untuk ibadah.
Selain itu, dia juga mengungkapkan perlunya kemampuan operasional, termasuk memahami sistem pengeras suara, listrik, lampu, hingga perangkat CCTV. “Kalau lampu mati, kalau toa mendengung, kalau equalizer bermasalah, yang pertama dicari itu marbot,” tegasnya.
Kompetensi manajerial, kata dia, juga menjadi tuntutan. Marbot perlu mampu mencatat pengeluaran, melaporkan kerusakan fasilitas, hingga mengorganisir kebutuhan masjid. “Jangan beranggapan marbot tidak butuh kemampuan administrasi. Marbot harus bisa mencatat, mengelola, dan melaporkan kebutuhan masjid,” ujarnya.
Lebih lanjut, Arsad juga menekankan pentingnya sikap ramah karena marbot adalah orang pertama yang ditemui pengunjung. “Marbot harus punya 3S: senyum, salam, sapa. Jangan sampai orang datang disambut dengan wajah cuek atau nada tinggi,” pesannya.
















