Penyerahan secara simbolis bantuan Kemenag dari Menag Prof Nasaruddin Umar (pertama dari kiri) ke pihak MIN 5 Pidie Jaya, Selasa (11/8/2026). (Foto: Kemenag)
PIDIEJAYA, (ERAKINI) - Kementerian Agama (Kemenag) membangun kembali gedung Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Pidie Jaya, Aceh, yang hanyut dan hilang akibat bencana banjir. Pembangunan gedung baru tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar pada Selasa (11/8/2026).
Kemenag mengalokasikan sebesar Rp12.364.805.000 untuk pembangunan dan revitalisasi . Selain peletakan batu pertama, kegiatan tersebut juga diisi dengan peninjauan lokasi, penyerahan sertifikat, dan penanaman pohon.
Menag RI Prof Nasaruddin Umar mengatakan, pembangunan gedung baru MIN 5 Pidie Jaya ditujukan untuk menyediakan fasilitas pendidikan yang lebih representatif bagi masyarakat.
Menurut dia, gedung madrasah tersebut akan dibangun dua lantai sehingga dapat menampung berbagai kebutuhan pendidikan masyarakat setempat.
"Keberadaan madrasah akan datang penggantinya yang lebih baik lagi. Dan ini kita akan bangun dua lantai, yang bisa menampung seluruh keperluan warga masyarakat kita setempat," ujar Prof Nasaruddin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/8/2026).
Berdasarkan rancangan yang ditinjau, kompleks MIN 5 Pidie Jaya nantinya tidak hanya memiliki ruang kelas. Sejumlah fasilitas pendukung juga akan dibangun, seperti masjid, perumahan guru, laboratorium, perpustakaan, halaman, kantin, dan fasilitas penunjang lainnya.
"Semua keperluan sekolah, insyaallah, akan hadir di tempat ini. Insyaallah, mudah-mudahan sekolahnya akan jauh lebih baik daripada yang telah meninggalkan kita," tuturnya.
Prof Nasaruddin berharap pembangunan tersebut dapat diselesaikan secepatnya sehingga para siswa bisa segera menempati gedung baru yang lebih aman dan nyaman.
"Mudah-mudahan secepatnya bisa menempati sekolah baru yang indah, yang kuat, yang berkah," katanya.
Prof asaruddin menilai percepatan pembangunan penting dilakukan mengingat kondisi MIN 5 Pidie Jaya masih menghadapi keterbatasan fasilitas. Bahkan, kegiatan belajar mengajar selama ini sempat memanfaatkan masjid.
"Saya yakin kalau ini uangnya sudah tersedia, seperti yang kita janjikan tadi, ya. Jadi makin cepat lebih baik, supaya anak kita nanti bisa menempati sekolah yang lebih memadai. Selama ini kan menggunakan masjid dan sangat terbatas," ungkap Nasaruddin.
Dia pun menyampaikan apresiasi kepada masyarakat setempat, khususnya para siswa yang nantinya akan menjadi penerima manfaat pembangunan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Prof Nasaruddin juga mengajak orangtua, murid, dan wali santri untuk turut mendoakan bangsa dan negara.
"Mari kita doakan bangsa dan negara kita. Semoga, insyaallah, tetap diberikan keberuntungan dan kedamaian untuk mengarungi bahtera masa depan bangsa yang berwibawa," pesannya.
Nasaruddin mengatakan pembangunan dan rehabilitasi madrasah tidak hanya dilakukan di Pidie Jaya. Kemenag juga melakukan pembangunan dan renovasi fasilitas pendidikan keagamaan di sejumlah wilayah terdampak bencana, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.