SERANG, (ERAKINI) - Tim Pembinaan Kegiatan Mahasiswa (TPKM) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten siap berkompetisi pada ajang Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah (Porsi) Jawara yang akan melibatkan 18 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Jawa dan Madura di UIN Pekalongan 5-9 September 2026 mendatang.
Rencana tersebut disampaikan Wakil Rektor III UIN Banten, Dr Dedi Sunardi dalam Rapat Koordinasi Mahasiswa di Aula Training Center Kampus UIN Banten, Curug, Kota Serang, Rabu (13/5/2026).
Dalam rapat itu, Dr Dedi meminta pimpinan organisasi mahasiswa (Ormawa) aktif melakukan pemetaan atlet dan mahasiswa berbakat sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi.
“Kita memiliki potensi besar di 27 cabang lomba, baik olahraga, ilmiah, maupun seni. Komunikasikan dengan universitas jika ada sumber daya yang layak diikutkan dalam kompetisi nasional maupun internasional. Harapan saya, ke depan tidak ada lagi kesulitan dalam mengidentifikasi SDM saat dibutuhkan untuk kompetisi,” ujar Dr Dedi.
Dr Dedi berharap seluruh tahapan persiapan dapat berjalan maksimal sehingga kegiatan berlangsung sesuai rencana.
Selain membahas agenda nasional tersebut, Dr Dedi juga menyoroti pentingnya tertib administrasi di lingkungan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), khususnya dalam penyusunan Surat Pertanggungjawaban (SPJ).
Dr Dedi pun mengimbau setiap organisasi segera menyelesaikan laporan setelah kegiatan selesai agar proses penganggaran berikutnya tidak terhambat. Menurut Dr Dedi, sinkronisasi program dan tata kelola organisasi menjadi penting seiring meningkatnya tantangan inovasi di lingkungan kampus.
“Rapat koordinasi ini melibatkan seluruh elemen, termasuk Duta Kampus dan tim paduan suara, karena kita menginginkan adanya harmoni dan sinkronisasi dalam membangun kampus. Kita ingin semua berjalan beriringan tanpa ada program yang tumpang tindih,” tuturnya.
Di akhir arahannya, Dr Dedi menegaskan bahwa siklus organisasi mahasiswa harus menyesuaikan dengan periode anggaran negara yang berakhir setiap Desember agar penggunaan anggaran tetap tertib dan tidak membebani kepengurusan berikutnya.
Dedi juga turut mengapresiasi sejumlah capaian UKM di lingkungan UIN Banten, mulai dari raihan medali UKM Tapak Suci, kegiatan nasional UKM Prima, hingga prestasi UPTQ.
"Kami mendorong seluruh prestasi mahasiswa terdokumentasi dengan baik agar mendapat apresiasi yang layak dari universitas," katanya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Rapat Koordinasi, Jamaluddin, mengatakan pertemuan tersebut menjadi langkah awal setelah terbentuknya kepengurusan baru di tingkat universitas, baik SEMA, DEMA, maupun UKM.
Menurut dia, organisasi mahasiswa perlu menyesuaikan pola manajemen waktu karena tahun anggaran 2026 hanya menyisakan sekitar tujuh bulan.
“Kita perlu mengubah pola agar agenda tidak menumpuk di penghujung tahun, seperti bulan November dan Desember. Hal tersebut sering kali membuat tim akademik kewalahan dalam proses administrasi dan pencairan anggaran. Oleh karena itu, penyusunan time schedule yang matang sangat diperlukan agar setiap kegiatan tidak saling bentrok,” ujar Jamaluddin.
Ia menjelaskan, organisasi mahasiswa harus memiliki tujuan yang jelas dan mampu bekerja secara efisien dengan memanfaatkan teknologi. Menurut Jamaluddin, organisasi kemahasiswaan tidak sekadar menjadi tempat berkumpul atau formalitas, tetapi harus menjadi wadah yang mampu mendorong kemajuan universitas secara nyata.