Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kemenag Arskal Salim GP saat Media Gathering pelaksanaan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM PTKIN) 2025 di Grogol, Jakarta, Jumat (2/5/2025). (Foto: Humas Ditjen Pendis Kemenag).
Ini memberikan kesempatan emas bagi lulusan MA/MAK/SMA/SMK/SPM/PDF/PKPPS sederajat tahun 2025, termasuk lulusan tahun sebelumnya (2024, 2023), untuk bergabung di Perguruan TinggiKeagamaan Islam Negeri (PTKIN) seluruh Indonesia.
Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kemenag Arskal Salim GP menegaskan bahwa PTKIN bukan hanya tempat belajar agama, namun juga pusat pendidikan modern dengan sejumlah keunggulan yang patut dipertimbangkan oleh generasi muda.
“PTKIN memiliki kurikulum keislaman yang terintegrasi dengan ilmu modern. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teks-teks klasik, tetapi juga menguasai ilmu sains, teknologi, dan sosial dengan pendekatan kekinian. Tak hanya itu, PTKIN juga memiliki jejaring internasional Islam terluas dengan kerja sama bersama perguruan tinggi ternama di luar negeri melalui program seperti student mobility, joint research, dan pertukaran dosen,” kata Arskal di Jakarta, Jumat (2/5/2025).
Berbeda dari anggapan umum, kata dia, PTKIN tidak hanya menawarkan prodi keagamaan. Ada banyak prodi umum dengan izin resmi dari Kementerian Agama, seperti Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, Sistem Informasi, Informatika, Jurnalistik, Desain Komunikasi Visual, Statistik, Ilmu Perpustakaan, Pariwisata, Keperawatan, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, hingga Hukum Tata Negara. Semua prodi ini dirancang untuk mencetak lulusan yang kompetitif di dunia kerja.
Selain itu, PTKIN juga menawarkan program studi yang tidak ada di perguruan tinggi lain, seperti Manajemen Haji dan Umroh, Manajemen Zakat dan Wakaf, Manajemen Industri Halal, hingga Manajemen Produk Halal. “Program-program ini sangat menjanjikan peluang kerja di sektor-sektor strategis yang berkembang pesat seiring meningkatnya kebutuhan akan layanan dan produk halal di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Arskal mengajak seluruh calon mahasiswa untuk segera memanfaatkan kesempatan ini. “UM-PTKIN bukan hanya sekadar seleksi masuk, tetapi gerbang menuju masa depan yang lebih baik, di kampus-kampus yang mengintegrasikan nilai keislaman dengan keilmuan modern, berjejaring internasional, dan memiliki prospek kerja yang luas,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Nasional Masnun menyampaikan bahwa kuota UM-PTKIN ada sebanyak 92.011 untuk 1325 prodi dari 58 PTKIN dan 1 PTN. Namun, target yang ingin dicapai diatas 100.000. “InsyaAllah berkaca pada SPAN maka UM-PTKIN mampu mencapai target” ujarnya.
Bagi calon mahasiswa yang ingin bergabung dengan UM-PTKIN 2025, bisa mengakses melalui situs resmi dengan klik di sini!
1. Pendaftaran atau Pembayaran
- Tanggal 22 April 2025 (08.00 WIB) sampai 28 Mei 2025 (23.59 WIB)
2. Finalisasi Pendaftaran
- Tanggal 22 April 2025 (08.00 WIB) sampai 31 Mei 2025 (23.59 WIB)
3. Cetak Kartu Peserta Ujian SSE UM-PTKIN
- Mulai tanggal 1 Mei April 2025 (08.00 WIB)
4. Pelaksanaan Ujian SSE UM-PTKIN
- 10-12 Juni 2025, 14-18 Juni 2025
Catatan: Pelaksanaan Ujian SSE UM-PTKIN tercantum pada masing-masing Kartu Peserta Ujian dan dilaksanakan pada PTKIN/PTN Titik Lokasi Ujian yang dipilih oleh Peserta dengan ketentuan yang telah ditetapkan.