Kapolri Evaluasi Sistem Contraflow Trans Jawa Pascakecelakaan Maut di Tol Japek
Thomas Pulungan
KARAWANG, (ERAKINI) - Polri mengevaluasi sistem rekayasa lalu lintas satu arah atau contraflow di Tol Trans Jawa, pascakecelakaan maut yang menewaskan 12 orang di KM 58 Tol Jakarta-Cikampek (Japek), Senin (8/4/2024).
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan, pihaknya masih melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait kecelakaan maut tersebut. Listyo memastikan evaluasi tersebut akan memanfaatkan semua data yang dimiliki. Seperti catatan yang diperoleh melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) ataupun hasil olah tempat kejadian perkara.
“Semua ini bisa digunakan untuk dilakukan perbaikan ke depan,” ujar Kapolri dalam konferensi pers di Kantor Jasamarga Transjawa Tol, Karawang, Jawa Barat, Senin malam.
Menurut Kapolri, sistem contraflow di Jalan Tol Trans Jawa tetap dibutuhkan. untuk mengatur kelancaran arus lalu lintas masa libur Lebaran. Pasalnya, berdasarkan data dari PT Jasa Marga diketahui kendaraan yang datang dari arah barat Jawa (Jakarta, Bogor, Tanggerang, Bekasi/Jabotabek) menuju arah Timur ada sebanyak 605.689 unit atau meningkat 60-70 persen dibandingkan periode mudik Lebaran tahun 2023.
Bahkan hingga H-2 diperkirakan masih menyisakan 30 persen lagi dari total jumlah masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran tahun ini. “Dilakukan berdasarkan kebutuhan dan kondisi di lapangan. Artinya secara manajemen ini sudah bagus, dengan membandingkan 2023 yang lalu,” katanya.
Diketahui, kecelakaan maut itu terjadi di jalur lawan arah KM 58 Tol Japek pada Senin pagi. Kecelakaan ini melibatkan tiga kendaraan, yakni Bus Primajasa Nopol B 7655 TGD, Gran Max Nopol B 1635 BKT. dan Daihatsu Terios.
Terdapat 12 orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut, terdiri atas tujuh laki-laki dan lima perempuan. Korban meninggal dunia saat ini berada di ruang pemulasaran jenazah RSUD Karawang.
Ke-12 korban meninggal merupakan penumpang mobil Gran Max yang hangus terbakar. Sedangkan dari mobil Terios tidak ada korban. Sementara dari bus Primajasa terdapat dua orang luka-luka.
Peristiwa ini bermula ketika sebuah mobil datang dari arah Jakarta melalui jalur contraflow di Tol Cikampek KM 58. Namun, mobil itu oleng dan menabrak bus menuju Bandung-Jakarta. Kemudian, datang mobil lain dan mencoba menghindar, tetapi justru menghantam mobil yang sebelumnya menabrak bus.
Pasca kecelakaan beruntun tersebut, Korlantas Polri sempat menghentikan sistem contraflow. “Sementara ini contraflow untuk mudik Lebaran kami hentikan sementara (sembari) menunggu proses evaluasi selanjutnya,” ungkap Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan.
“Untuk memperlancar arus dari Jakarta, kemudian dari Bandung juga, kita arahkan golongan A ke Cikampek Selatan untuk mengurangi beban vatalitas yang ada di Cikampek ini,” lanjutnya.
Untuk mencegah kejadian serupa, Aan mengimbau kepada masyarakat sebelum melakukan perjalanan, pastikan kondisi pengemudi dan kendaraannya. Jika lelah harus beristirahat.
“Bagi para pengemudi persiapkan kondisi tubuh, kendaraan yang prima. Kalau lelah silakan berhenti, jangan memaksa karena membahayakan. Jadi tolong ini para pemudik maupun pengemudi tetap perhatikan kesehatan,” pungkasnya.


















