Penyebab kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 yang mengangkut 243 orang dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, akibat hantaman ombak. Foto: Ilustrasi/Ist
JAKARTA, (ERAKINI) – Penyebab kecelakaanKapal Virgo Transport 8 yang mengangkut 243 orang dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mulai terkuak. Kapal tiba-tiba miring setelah dihantam ombak dari lambung kanan sebelum tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa, Minggu (13/9/2026) dini hari.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso mengatakan, informasi mengenai hantaman ombak tersebut diperoleh langsung dari nakhoda Kapal Virgo Transport 8 dalam proses operasi pencarian dan pertolongan.
"Disampaikan oleh nahkoda Kapal Virgo tersebut terkait kejadian kemiringan kapal, ini juga akibat dari hantaman ombak dari lambung kanan. Ini info yang kami dapatkan langsung dari kapten Kapal Virgo tersebut dalam operasi pencarian, khususnya yang kapal hilang kontak maupun kapal tenggelam," kata Edy dalam keterangannya, dikutip Senin (14/9/2026).
Kapal Virgo Transport 8 membawa total 243 orang yang terdiri atas 213 penumpang dan 30 kru. Data tersebut menjadi dasar Basarnas dalam menentukan kebutuhan dan cakupan operasi pencarian serta pertolongan.
Hingga Minggu petag Basarnas mencatat 114 orang telah berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 98 orang dinyatakan selamat, sedangkan enam orang meninggal dunia.
Edy merinci, dari kapal tunda (TB) Mauhaw terdapat 16 orang, terdiri atas 15 orang selamat dan satu orang meninggal dunia. Sementara dari TB TCP terdapat enam orang, dengan satu orang selamat dan lima orang meninggal dunia.
Selanjutnya, KM Haida mengevakuasi 69 orang dalam kondisi selamat. Sebanyak 23 orang lainnya dievakuasi dari Kapal Nelayan Cahaya Bahari dan dipindahkan ke Kapal Intandaya, sementara satu orang ditemukan selamat di Kapal Nelayan Sri Asih.
Dengan demikian, Basarnas menyebut masih terdapat sekitar 129 orang yang dalam pencarian dari total 243 orang yang berada di dalam Kapal Virgo Transport 8.
Basarnas memastikan operasi pencarian dan pertolongan terus dimaksimalkan dengan mengerahkan seluruh unsur yang tersedia di lapangan, baik kapal maupun unsur udara, untuk menemukan para korban yang masih hilang.
Investigasi Menyeluruh
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan, pemerintah akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap kecelakaanKapal Virgo Transport 8.
"Proses tersebut akan dilaksanakan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sesuai dengan kewenangannya," kata Dudy dalam konferensi pers perkembangan penanganan kecelakaanKapal Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (13/9).
Dudy meminta seluruh pihak memberikan kesempatan kepada KNKT untuk menjalankan investigasi secara profesional dan independen dengan berlandaskan data serta fakta. Investigasi tersebut diharapkan dapat mengungkap penyebab kecelakaan secara objektif.
Menurut Dudy, hasil investigasi KNKT akan menjadi dasar evaluasi dan perbaikan sistem keselamatan transportasi. Faktor-faktor yang ditemukan dalam penyelidikan nantinya diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan standar keselamatan sekaligus mencegah kecelakaan serupa kembali terjadi.
Kementerian Perhubungan bersama seluruh pemangku kepentingan juga terus mengawal penanganan kecelakaan tersebut hingga seluruh tahapan selesai, termasuk proses pencarian dan penanganan seluruh korban.
Dudy menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Ia memastikan pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus mengawal proses penanganan kecelakaanKapal Virgo Transport 8 hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan seluruh tahapan penanganan diselesaikan.